5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini

Posted on

menolak keras ancaman dari yang juga menuduhnya sebagai pengedar narkoba.

Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kotapada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca infocom, hari ini, Senin (5/1/2026):

– Trump Ancam Serang Venezuela Lagi Jika Tak Berperilaku Baik!

Presiden (AS) mengancam akan ada serangan kedua terhadap , jika anggota pemerintahan yang tersisa di negara itu tidak bekerja sama dengan upaya Washington untuk “memperbaiki” negara tersebut.

Ancaman ini, dilansir Reuters dan Hindustan Times, Senin (5/1/2026), disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat, setelah AS melancarkan rentetan serangan militer terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat.

Di tengah ketidakpastian tentang masa depan politik Venezuela setelah Presiden ditangkap dan ditahan di AS, Trump mengancam akan ada serangan kedua terhadap negara tersebut “jika mereka tidak berperilaku baik”.

– Korut Luncurkan Rudal Hipersonik, Siap untuk Perang!

mengawasi peluncuran “mutakhir” untuk mempersiapkan kekuatan nuklir Pyongyang untuk perang. Demikian dilaporkan media pemerintah Korut pada hari Senin (5/1), menyatakan bahwa “krisis geopolitik” membuat uji coba tersebut semakin mendesak, sebagai isyarat jelas terhadap serangan Amerika Serikat terhadap Venezuela akhir pekan ini.

Sebelumnya, pemerintah Korea Selatan dan Jepang mengatakan pada hari Minggu (4/1), bahwa mereka telah mendeteksi peluncuran dua rudal balistik dari dekat Pyongyang, ibu kota Korut, uji coba rudal yang pertama oleh negara itu tahun ini. Peluncuran dilakukan hanya beberapa jam sebelum Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menuju China untuk sebuah pertemuan puncak.

Lee mengatakan dia berharap dapat menggunakan kunjungannya untuk memanfaatkan pengaruh China atas untuk meningkatkan hubungan Seoul dengan Pyongyang.

– China Imbau Warganya di Jepang Waspada, Ada Apa?

mengimbau setiap warganya yang ada di untuk tetap waspada. Beijing mengklaim warga negara China telah menjadi sasaran di sejumlah wilayah Jepang beberapa waktu terakhir.

Imbauan ini dirilis saat akibat komentar kontroversial Perdana Menteri (PM) soal , yang dinilai oleh Beijing sebagai potensi intervensi.

Kedutaan Besar China di Tokyo dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (5/1/2026), mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat. Imbauan itu dirilis pada Sabtu (3/1) waktu setempat, namun baru dilaporkan oleh media pemerintah China pada Senin (5/1).

– Ayahnya Ditangkap AS, Putra Maduro Serukan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan

Anak laki-laki Presiden merilis pernyataan audio kepada publik setelah ayahnya ditangkap oleh (AS) terkait tuduhan . Putra Maduro menyerukan warga Venezuela turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas bagi ayahnya.

Putra Maduro yang bernama Nicolas Maduro Guerra, yang berusia 35 tahun, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), merilis pesan audio, yang berisi seruan menantang, yang dibagikan via media sosial pada Minggu (4/1) waktu setempat. Guerra juga merupakan anggota Kongres Venezuela.

“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi rakyat, kalian akan melihat kami mengibarkan bendera martabat,” kata Guerra dalam pesannya.

– Dituduh Trump sebagai Pengedar Narkoba, Presiden Kolombia Meradang!

menolak keras ancaman dari yang juga menuduhnya sebagai pengedar narkoba.

Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kotapada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Minggu (4/1) waktu setempat, Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap . Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

“Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026).

Imbauan ini dirilis saat akibat komentar kontroversial Perdana Menteri (PM) soal , yang dinilai oleh Beijing sebagai potensi intervensi.

Kedutaan Besar China di Tokyo dalam pernyataannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Senin (5/1/2026), mengimbau warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat. Imbauan itu dirilis pada Sabtu (3/1) waktu setempat, namun baru dilaporkan oleh media pemerintah China pada Senin (5/1).

– Ayahnya Ditangkap AS, Putra Maduro Serukan Rakyat Venezuela Turun ke Jalan

Anak laki-laki Presiden merilis pernyataan audio kepada publik setelah ayahnya ditangkap oleh (AS) terkait tuduhan . Putra Maduro menyerukan warga Venezuela turun ke jalan untuk menunjukkan solidaritas bagi ayahnya.

Putra Maduro yang bernama Nicolas Maduro Guerra, yang berusia 35 tahun, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026), merilis pesan audio, yang berisi seruan menantang, yang dibagikan via media sosial pada Minggu (4/1) waktu setempat. Guerra juga merupakan anggota Kongres Venezuela.

“Kalian akan melihat kami di jalanan, kalian akan melihat kami di sisi rakyat, kalian akan melihat kami mengibarkan bendera martabat,” kata Guerra dalam pesannya.

– Dituduh Trump sebagai Pengedar Narkoba, Presiden Kolombia Meradang!

menolak keras ancaman dari yang juga menuduhnya sebagai pengedar narkoba.

Sebelumnya, pasukan AS menyerang Caracas, ibu kotapada dini hari Sabtu (3/1) waktu setempat lalu, membombardir target-target militer selama serangan mendadak untuk menggulingkan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro dari kekuasaan.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One pada hari Minggu (4/1) waktu setempat, Trump membuat ancaman serupa tentang tindakan militer terhadap . Trump mengatakan bahwa negara Amerika Selatan itu “juga sangat sakit” dan “dijalankan oleh orang sakit yang suka membuat kokain dan menjualnya ke Amerika Serikat.”

“Dia memiliki pabrik kokain dan tidak akan melakukannya lagi dalam waktu sangat lama,” tambah Trump, dilansir kantor berita AFP, Senin (5/1/2026).