Presiden (AS) mengingatkan bahwa negaranya selalu ada untuk , setelah sejumlah negara anggota aliansi militer itu berupaya menghalangi ambisinya untuk menguasai . AS menyita sebuah terkait di perairan Atlantik Utara.
Ancaman Trump untuk merebut Greenland dari telah mengguncang aliansi NATO, dengan sejumlah negara anggota aliansi itu secara kompak menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.
Sementara itu, pasukan AS mengejar kapal tanker minyak terkait Rusia dari lepas pantai hingga ke Atlantik Utara. Washington menyebut kapal itu bagian dari armada bayangan yang mengangkut minyak untuk Venezuela, Rusia, dan Iran, dalam praktik yang melanggar sanksi-sanksi AS.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca infocom, hari ini, Kamis (8/1/2026):
– NATO Pasang Badan Soal Greenland, Trump Ingatkan Hal Ini
Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) untuk merebut dari Denmark, telah mengguncang aliansi (NATO). Sejumlah negara anggota NATO pun secara kompak menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.
Namun Trump mengingatkan bahwa AS selalu ada untuk NATO, dan dia mengakui dirinya meragukan jika sekutu-sekutu NATO akan melakukan hal yang sama jika Washington membutuhkan mereka.
“Kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026).
– Venezuela Ungkap Operasi AS Tangkap Maduro Tewaskan 100 Orang
Menteri Dalam Negeri , Diosdado Cabello, mengungkapkan bahwa sedikitnya 100 orang tewas selama operasi militer Amerika Serikat (AS), yang berujung penangkapan Presiden . Puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat operasi tersebut.
Otoritas Venezuela sebelumnya hanya mengungkapkan jumlah tentara yang tewas akibat operasi militer AS pada 3 Januari lalu, yang melibatkan pengeboman dan penyerbuan ibu kota Caracas oleh pasukan khusus AS yang bertugas menangkap Maduro di tempat persembunyiannya.
Dalam konfirmasi pertama untuk korban militer, militer Venezuela mengatakan sedikitnya 24 personel militernya tewas. Terdapat lima personel militer berpangkat Laksamana yang tewas akibat serangan AS tersebut.
– AS Sita Kapal Tanker Minyak Terkait Rusia di Atlantik Utara
Amerika Serikat (AS) menyita sebuah terkait Rusia di perairan Atlantik Utara. Kapal tanker itu dikejar dari lepas pantai hingga ke Atlantik Utara, dalam operasi militer Washington yang dikecam oleh Moskow.
Otoritas AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (8/1/2026), menyebut kapal tanker tersebut merupakan bagian dari armada bayangan yang mengangkut minyak untuk negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran, dalam praktik yang melanggar sanksi-sanksi AS.
Kapal tanker tersebut disita oleh AS meskipun berlayar dengan dikawal oleh Angkatan Laut Rusia.
– Publik AS Marah Agen Imigrasi Tewaskan Wanita di Minneapolis, Trump Membela
Tindakan seorang agen imigrasi (AS) menembak mati seorang wanita, berkewarganegaraan AS, di jalanan kota , Minnesota, memicu kemarahan publik, yang menggelar unjuk rasa besar-besaran. Presiden Donald Trump membela tindakan agen imigrasi itu sebagai tembakan “membela diri”.
Gedung Putih mengklaim wanita tersebut, yang diidentifikasi media lokal sebagai Renee Nicole Good (37), sebagai “teroris domestik” yang berusaha membunuh agen imigrasi AS yang sedang menjalankan operasinya. Klaim ini ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin lokal di Minnesota.
Good, yang bukan target operasi agen imigrasi AS, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), ditembak dari jarak dekat saat dia tampak berusaha melarikan diri dari sejumlah agen imigrasi AS yang mengerumuni mobilnya dalam insiden pada Rabu (7/1). Para agen imigrasi AS menyebut mobil yang dikendarai Good menghalangi jalan mereka.
– Eks Kepala Angkatan Darat Malaysia dan 2 Istrinya Ditahan terkait Korupsi
Mantan kepala Angkatan Darat , Muhammad Hafizuddeain Jantan, ditahan terkait dugaan dalam proyek pengadaan militer. Dia ditahan bersama dua istrinya yang juga terseret kasus ini.
Hafizuddeain dan dua istrinya, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), termasuk di antara lima orang yang ditahan pada Rabu (7/1) waktu setempat, terkait penyelidikan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC).
Otoritas berwenang Malaysia telah menggerebek beberapa perusahaan terkait penyelidikan kasus ini sejak akhir tahun lalu. Enam rekening bank milik seorang tersangka, yang tidak disebut namanya, dan anggota keluarganya, juga telah disita.
– AS Sita Kapal Tanker Minyak Terkait Rusia di Atlantik Utara
Amerika Serikat (AS) menyita sebuah terkait Rusia di perairan Atlantik Utara. Kapal tanker itu dikejar dari lepas pantai hingga ke Atlantik Utara, dalam operasi militer Washington yang dikecam oleh Moskow.
Otoritas AS dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Kamis (8/1/2026), menyebut kapal tanker tersebut merupakan bagian dari armada bayangan yang mengangkut minyak untuk negara-negara seperti Venezuela, Rusia, dan Iran, dalam praktik yang melanggar sanksi-sanksi AS.
Kapal tanker tersebut disita oleh AS meskipun berlayar dengan dikawal oleh Angkatan Laut Rusia.
– Publik AS Marah Agen Imigrasi Tewaskan Wanita di Minneapolis, Trump Membela
Tindakan seorang agen imigrasi (AS) menembak mati seorang wanita, berkewarganegaraan AS, di jalanan kota , Minnesota, memicu kemarahan publik, yang menggelar unjuk rasa besar-besaran. Presiden Donald Trump membela tindakan agen imigrasi itu sebagai tembakan “membela diri”.
Gedung Putih mengklaim wanita tersebut, yang diidentifikasi media lokal sebagai Renee Nicole Good (37), sebagai “teroris domestik” yang berusaha membunuh agen imigrasi AS yang sedang menjalankan operasinya. Klaim ini ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin lokal di Minnesota.
Good, yang bukan target operasi agen imigrasi AS, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), ditembak dari jarak dekat saat dia tampak berusaha melarikan diri dari sejumlah agen imigrasi AS yang mengerumuni mobilnya dalam insiden pada Rabu (7/1). Para agen imigrasi AS menyebut mobil yang dikendarai Good menghalangi jalan mereka.
– Eks Kepala Angkatan Darat Malaysia dan 2 Istrinya Ditahan terkait Korupsi
Mantan kepala Angkatan Darat , Muhammad Hafizuddeain Jantan, ditahan terkait dugaan dalam proyek pengadaan militer. Dia ditahan bersama dua istrinya yang juga terseret kasus ini.
Hafizuddeain dan dua istrinya, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026), termasuk di antara lima orang yang ditahan pada Rabu (7/1) waktu setempat, terkait penyelidikan korupsi yang dilakukan oleh Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC).
Otoritas berwenang Malaysia telah menggerebek beberapa perusahaan terkait penyelidikan kasus ini sejak akhir tahun lalu. Enam rekening bank milik seorang tersangka, yang tidak disebut namanya, dan anggota keluarganya, juga telah disita.







