mengerahkan pasukan ke dekat perbatasan dengan , menyusul serangan (AS) yang berujung penangkapan Presiden pada akhir pekan lalu. Pengerahan ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin.
Pengerahan pasukan itu, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Selain berita tersebut, berikut ini berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca infocom, hari ini, Jumat (9/1/2026):
– Trump Tarik AS Keluar dari 66 Organisasi Dunia, Ini Alasannya
Presiden (AS) menarik negaranya dari 66 , yang menandai semakin mundurnya Washington dari kerja sama global. Apa sebenarnya alasan di balik keputusan Trump tersebut?
Trump, seperti dilansir Associated Press, Jumat (9/1/2026), telah menandatangani perintah eksekutif yang menangguhkan dukungan AS untuk 66 organisasi internasional, badan juga komisi global, menyusul peninjauan pemerintahannya terhadap partisipasi dan pendanaan untuk semua organisasi internasional.
Sebagian besar yang menjadi target dari perintah eksekutif terbaru Trump itu merupakan organisasi, badan, komisi, panel penasihat yang terkait dengan (PBB), yang fokus pada iklim, tenaga kerja, migrasi, dan isu-isu lainnya.
– Kedutaan Qatar Rusak Buntut Serangan Besar-besaran Rusia di Ukraina
Serangan besar-besaran di merusak 20 bangunan perumahan di ibu kota Ukraina, Kyiv dan pinggirannya. Gedung kedutaan Qatar juga rusak akibat serangan drone Rusia.
Serangan ini dilakukan Rusia setelah Moskow menolak proposal negara-negara Barat untuk mengakhiri invasi yang telah berlangsung hampir empat tahun lamanya.
Kyiv adalah kota yang paling parah terkena serangan terbaru Rusia tersebut, dengan empat orang tewas dan setidaknya 25 orang terluka.
– Trump Niat Beri Rp 1,6 M untuk Bujuk Warga Greenland Gabung AS
Pemerintahan Presiden (AS) sedang membahas opsi mengirimkan pembayaran, jumlahnya bisa mencapai US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar), untuk setiap warga , sebagai upaya membujuk mereka agar bersedia memisahkan diri dari dan bergabung dengan AS.
Pembahasan tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.
Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.
– Trump: Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba Segera Dilakukan!
Presiden (AS) mengatakan serangan darat terhadap akan segera dilakukan, menyusul rentetan serangan maritim di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir.
Rencana serangan darat itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat.
Trump menyinggung soal kartel narkoba di saat membahas rencana serangan darat tersebut.
– Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Usai AS Tangkap Maduro
mengerahkan pasukan ke dekat perbatasan dengan , menyusul serangan (AS) yang berujung penangkapan Presiden pada akhir pekan lalu. Pengerahan ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin.
Pengerahan pasukan itu, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Dalam dekrit resmi tersebut, pemerintah Brasil mengizinkan pengerahan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) — semacam pasukan garda nasional — yang tidak disebutkan jumlahnya, untuk dikirimkan ke wilayah Pacaraima, dan ke Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima.
Pembahasan tersebut, seperti dilansir Reuters, Jumat (9/1/2026), diungkapkan oleh empat sumber yang memahami persoalan itu saat berbicara kepada Reuters.
Meskipun angka pasti dan logistik pembayaran, termasuk kapan dan bagaimana akan dibayarkan, belum diketahui secara jelas, namun menurut dua sumber di antaranya, sejumlah pejabat AS, termasuk para pejabat Gedung Putih, telah membahas angka mulai dari US$ 10.000 (Rp 168,3 juta) hingga US$ 100.000 (Rp 1,6 miliar) per orang. Uang tersebut akan dibayarkan sekaligus dalam jumlah besar.
– Trump: Serangan Darat terhadap Kartel Narkoba Segera Dilakukan!
Presiden (AS) mengatakan serangan darat terhadap akan segera dilakukan, menyusul rentetan serangan maritim di perairan Samudra Pasifik bagian timur dan Laut Karibia beberapa waktu terakhir.
Rencana serangan darat itu, seperti dilansir AFP, Jumat (9/1/2026), diungkapkan Trump dalam wawancara dengan penyiar Sean Hannity yang ditayangkan Fox News pada Kamis (8/1) malam waktu setempat.
Trump menyinggung soal kartel narkoba di saat membahas rencana serangan darat tersebut.
– Brasil Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Usai AS Tangkap Maduro
mengerahkan pasukan ke dekat perbatasan dengan , menyusul serangan (AS) yang berujung penangkapan Presiden pada akhir pekan lalu. Pengerahan ini semakin meningkatkan ketegangan di kawasan Amerika Latin.
Pengerahan pasukan itu, seperti dilansir Al Jazeera, Jumat (9/1/2026), diatur dalam dekrit pemerintah Brasil yang diterbitkan pada Kamis (8/1) waktu setempat.
Dalam dekrit resmi tersebut, pemerintah Brasil mengizinkan pengerahan Pasukan Keamanan Publik Nasional (FNSP) — semacam pasukan garda nasional — yang tidak disebutkan jumlahnya, untuk dikirimkan ke wilayah Pacaraima, dan ke Boa Vista, ibu kota negara bagian Roraima.







