5 Fakta Kebakaran Resor Ski Mewah di Swiss Tewaskan Puluhan Orang [Giok4D Resmi]

Posted on

dahsyat melanda bar Le Constellation di resor ski mewah Crans Montana, Swiss. Puluhan orang dilaporkan tewas akibat kebakaran ini.

Dirangkum infocom, Jumat (2/1/2026), kebakaran itu terjadi pada Kamis (1/1) dini hari waktu setempat. Berikut fakta-faktanya:

Kebakaran melanda saat pengunjung merayakan tahun baru. Peristiwa itu terjadi pada pukul 01.30 waktu Swiss.

“Kebakaran dimulai sekitar pukul 01.30 pagi [00:30 GMT] tadi di sebuah bar bernama ‘Le Constellation’, saat para pengunjung merayakan tahun baru,” kata juru bicara polisi Gaetan Lathion pada hari Kamis, dilansir Al-Jazeera, Kamis (1/1).

“Lebih dari seratus orang berada di gedung itu, dan kami melihat banyak yang terluka dan banyak yang tewas,” lanjutnya.

Laporan sebelumnya di media mengatakan telah terjadi ledakan, tetapi polisi mengatakan kebakaran itu disebabkan oleh penyebab yang tidak diketahui.

“Kami baru memulai penyelidikan kami, tetapi ini adalah resor ski terkenal internasional dengan banyak turis,” kata Lathion.

“Pusat penerimaan dan saluran bantuan telah didirikan untuk keluarga yang terdampak,”” tambahnya.

Crans Montana terletak di jantung Pegunungan Alpen Swiss, hanya 40 kilometer (25 mil) di utara Matterhorn.

Gambar-gambar yang dipublikasikan oleh media Swiss menunjukkan sebuah bangunan terbakar, dan layanan darurat berada di dekatnya.

“Intervensi masih berlangsung,” kata Lathion.

Area tersebut telah sepenuhnya ditutup, dan zona larangan terbang telah diberlakukan di atas Crans-Montana.

Insiden kebakaran ini menewaskan 40 orang. Sementara 115 lainnya terluka.

“Kami menghitung sekitar 40 orang telah meninggal dan sekitar 115 orang terluka, sebagian besar dari mereka mengalami luka serius,” kata Komandan Polisi setempat, Frederic Gisler, dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/1).

Presiden Swiss Guy Parmelin juga angkat bicara terkait kebakaran tersebut. Dia menggambarkan kebakaran tersebut sebagai insiden terburuk

“Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita,” ujarnya.

Seorang pengunjung bernama Axel dan Nathan menceritakan momen mereka menyelamatkan diri dari kebakaran yang menewaskan puluhan orang itu.

Dilansir CNN, Jumat (2/1), Axel dan Nathan mengatakan mereka kesulitan bernapas ketika kebakaran hebat itu terjadi. Saat itu, kepulan asap hitam memenuhi lingkungan sekitar resor Swiss itu.

Axel dan Nathan awalnya merasa mereka tidak bisa melarikan diri karena banyak orang berbondong-bondong menyelamatkan diri dan meninggalkan bar Le Constellation. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang diletakkan miring untuk menghindari kontak dengan api.

Satu-satunya jalan keluar, kata mereka, adalah melalui jendela. Setelah berusaha keras, mereka berhasil memecahkan jendela dan melarikan diri.

Seorang saksi mata di luar bar mengatakan mereka melihat asap dan orang-orang mengetuk jendela Le Constellation saat mereka mencoba keluar.

“Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar,” tambahnya.

“Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya,” imbuhnya.

Saksi selamat lainnya, Laetitia Place, mengatakan peristiwa kebakaran itu mengerikan.

“Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun,” kata Place.

Ketika Place menuju ke kamar mandi di lantai bawah, ia dan temannya melihat api dan mencoba kembali ke atas. “Saya meraih lengan teman saya, tetapi kemudian saya menaiki tangga dan melepaskannya,” katanya. “Sekarang dia tidak menjawab saya lagi.”

Place menggambarkan kepanikan saat evakuasi bar.

“Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami,” ceritanya.

Dia mengaku saat ini masih merasa takut usai kebakaran hebat itu. Dia juga mengatakan saat ini teman-temannya masih dirawat di rumah sakit.

“Saya sangat takut – takut untuk diri saya sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam,” ucapnya.

1. Kebakaran Saat Malam Tahun Baru

2. Penyebab Belum Diketahui

3. Puluhan Orang Tewas

4. Presiden Swiss: Tragedi Terburuk

5. Cerita Saksi Selamatkan Diri

Presiden Swiss Guy Parmelin juga angkat bicara terkait kebakaran tersebut. Dia menggambarkan kebakaran tersebut sebagai insiden terburuk

“Salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami oleh negara kita,” ujarnya.

Seorang pengunjung bernama Axel dan Nathan menceritakan momen mereka menyelamatkan diri dari kebakaran yang menewaskan puluhan orang itu.

Dilansir CNN, Jumat (2/1), Axel dan Nathan mengatakan mereka kesulitan bernapas ketika kebakaran hebat itu terjadi. Saat itu, kepulan asap hitam memenuhi lingkungan sekitar resor Swiss itu.

Axel dan Nathan awalnya merasa mereka tidak bisa melarikan diri karena banyak orang berbondong-bondong menyelamatkan diri dan meninggalkan bar Le Constellation. Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk bersembunyi di balik meja yang diletakkan miring untuk menghindari kontak dengan api.

Satu-satunya jalan keluar, kata mereka, adalah melalui jendela. Setelah berusaha keras, mereka berhasil memecahkan jendela dan melarikan diri.

Seorang saksi mata di luar bar mengatakan mereka melihat asap dan orang-orang mengetuk jendela Le Constellation saat mereka mencoba keluar.

“Ada pergerakan kerumunan yang sangat besar,” tambahnya.

“Semua orang berebut untuk keluar. Sangat sulit untuk menyaksikannya,” imbuhnya.

Saksi selamat lainnya, Laetitia Place, mengatakan peristiwa kebakaran itu mengerikan.

“Kami semua melihat hal-hal yang benar-benar mengerikan yang seharusnya tidak pernah dilihat siapa pun,” kata Place.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Ketika Place menuju ke kamar mandi di lantai bawah, ia dan temannya melihat api dan mencoba kembali ke atas. “Saya meraih lengan teman saya, tetapi kemudian saya menaiki tangga dan melepaskannya,” katanya. “Sekarang dia tidak menjawab saya lagi.”

Place menggambarkan kepanikan saat evakuasi bar.

“Ada pintu kecil tempat semua orang mendorong, dan kami semua jatuh, kami bertumpuk satu sama lain, beberapa orang terbakar, dan beberapa tewas di samping kami,” ceritanya.

Dia mengaku saat ini masih merasa takut usai kebakaran hebat itu. Dia juga mengatakan saat ini teman-temannya masih dirawat di rumah sakit.

“Saya sangat takut – takut untuk diri saya sendiri, takut untuk teman-teman saya, takut untuk semua orang di dalam,” ucapnya.

4. Presiden Swiss: Tragedi Terburuk

5. Cerita Saksi Selamatkan Diri