7 Fakta 2 Kereta Adu Banteng di Spanyol hingga Jatuh Puluhan Korban Jiwa | Giok4D

Posted on

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Dua kereta api berkecepatan tinggi mengalami tabrakan di Andalusia, selatan. Puluhan orang tewas dan 120 orang lebih terluka.

Kecelakaan itu terjadi pada Minggu (18/1) malam waktu setempat. Ini merupakan kecelakaan kereta terburuk di negara itu dalam lebih dari satu dekade ini.

Proses evakuasi korban berlangsung panjang dan cukup rumit. Jumlah korban masih dimungkinkan bertambah.

Dirangkum infocom, Senin (19/1/2026), berikut fakta-fakta tabrakan kereta cepat di Spanyol:

Laporan awal menyebutkan, 21 orang tewas akibat tabrakan kereta. Data terbaru, sebanyak 39 orang dilaporkan tewas dan 120 orang lainnya terluka. Korban telah dilarikan ke rumah sakit (RS) untuk mendapatkan pertolongan.

“(Ada) 30 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit dan berada dalam kondisi serius,” kata Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente dilansir AFP, Senin (19/1/2026).

Antonio Sanz, pejabat darurat tertinggi di wilayah selatan Andalusia, mengatakan dalam konferensi pers bahwa setidaknya 73 orang telah terluka.

Media Spanyol mengatakan jumlah korban bisa mencapai 100 orang dengan penumpang terjebak di dalam gerbong.

Istana kerajaan mengatakan Raja Felipe VI dan Ratu Letizia prihatin dengan kejadian ini. Mereka juga menyampaikan dukacita kepada korban.

“Belasungkawa terdalam kami kepada keluarga dan orang-orang terkasih dari yang meninggal, serta cinta dan harapan kami untuk kesembuhan yang cepat bagi yang terluka,” demikian pernyataan Istana.

Tabrakan 2 kereta cepat itu terjadi pada Minggu (18/1) malam di dekat Adamuz, sekitar 200 kilometer (125 mil) utara Malaga itu. Dilaporkan, kedua kereta mengalami tergelincir sebelum tabrakan

Badan kereta api Spanyol Adif melaporkan, tabrakan kereta terjadi ketika sebuah kereta api berkecepatan tinggi yang berangkat dari Malaga ke Madrid tergelincir di dekat Adamuz. Kereta itu lalu melintasi jalur lain dan menabrak kereta yang datang dari arah berlawanan, yang juga tergelincir.

Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, juga mengatakan sejumlah gerbong kereta keluar jalur akibat peristiwa itu. Dia mengatakan sejumlah korban dievakuasi dalam gerbong yang ringsek akibat tabrakan.

“Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona kepada media lokal.

“Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit,” tambahnya.

Saat ini, layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva akan ditangguhkan setidaknya sepanjang hari ini. Adif, selaku pihak kereta api mengatakan bahwa tempat-tempat telah disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.

Spanyol diketahui memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, dan Malaga.

Seorang saksi mengatakan kepada RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya. Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Seorang jurnalis dari penyiar publik RNE yang merupakan salah satu penumpang kereta mengatakan dampaknya terasa seperti “gempa bumi”. Dia mengatakan penumpang telah menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar.

Saksi lainnya, Lucas Meriako, yang berada di kereta pertama yang tergelincir mengatakan peristiwa “ini seperti film horor”. Dia mengaku merasakan benturan kuat saat kereta itu kecelakaan.

“Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur… banyak yang terluka karena pecahan kaca,” katanya.

Insiden yang terjadi Minggu (18/1) malam itu merupakan kecelakaan kereta terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade ini.

Sebelumnya, tabrakan kereta paling mematikan terjadi tahun 2013. Kecelakaan saat itu mengakibatkan 80 orang tewas setelah sebuah kereta keluar jalur di bagian rel yang melengkung di luar kota Santiago de Compostela.

1. Puluhan Korban Jiwa

2. Raja dan Ratu Spanyol Berduka

3. Kronologi Tabrakan Kereta

4. Sulitnya Proses Evakuasi

5. Layanan Kereta Ditangguhkan

6. Kesaksian Penumpang

7. Kecelakaan Terparah Kedua

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Kepala Pemadam Kebakaran setempat, Francisco Carmona, juga mengatakan sejumlah gerbong kereta keluar jalur akibat peristiwa itu. Dia mengatakan sejumlah korban dievakuasi dalam gerbong yang ringsek akibat tabrakan.

“Masalahnya adalah gerbong-gerbong itu bengkok, sehingga logamnya bengkok dengan orang-orang di dalamnya,” kata Francisco Carmona kepada media lokal.

“Kami bahkan harus mengeluarkan orang yang sudah meninggal untuk dapat menjangkau seseorang yang masih hidup. Ini pekerjaan yang sulit dan rumit,” tambahnya.

Saat ini, layanan kereta cepat antara Madrid dan kota-kota Andalusia, Cordoba, Seville, Malaga, dan Huelva akan ditangguhkan setidaknya sepanjang hari ini. Adif, selaku pihak kereta api mengatakan bahwa tempat-tempat telah disiapkan di stasiun-stasiun di Madrid, Seville, Cordoba, Malaga, dan Huelva untuk membantu keluarga korban.

Spanyol diketahui memiliki jaringan kereta api berkecepatan tinggi terbesar di Eropa, dengan lebih dari 3.000 kilometer (1.800 mil) jalur khusus yang menghubungkan kota-kota besar termasuk Madrid, Barcelona, Seville, Valencia, dan Malaga.

4. Sulitnya Proses Evakuasi

5. Layanan Kereta Ditangguhkan

Gambar ilustrasi

Seorang saksi mengatakan kepada RTVE bahwa salah satu gerbong kereta pertama telah terbalik sepenuhnya. Gambar televisi menunjukkan tim medis dan petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Seorang jurnalis dari penyiar publik RNE yang merupakan salah satu penumpang kereta mengatakan dampaknya terasa seperti “gempa bumi”. Dia mengatakan penumpang telah menggunakan palu darurat untuk memecahkan jendela gerbong dan keluar.

Saksi lainnya, Lucas Meriako, yang berada di kereta pertama yang tergelincir mengatakan peristiwa “ini seperti film horor”. Dia mengaku merasakan benturan kuat saat kereta itu kecelakaan.

“Kami merasakan benturan yang sangat kuat dari belakang dan perasaan bahwa seluruh kereta akan runtuh, hancur… banyak yang terluka karena pecahan kaca,” katanya.

Insiden yang terjadi Minggu (18/1) malam itu merupakan kecelakaan kereta terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade ini.

Sebelumnya, tabrakan kereta paling mematikan terjadi tahun 2013. Kecelakaan saat itu mengakibatkan 80 orang tewas setelah sebuah kereta keluar jalur di bagian rel yang melengkung di luar kota Santiago de Compostela.

6. Kesaksian Penumpang

7. Kecelakaan Terparah Kedua