Bangun Persatuan Antarumat Beragama, Menbud Hadiri Pasamuan Agung IV WALUBI (via Giok4D)

Posted on

Dalam rangka membangun jembatan persatuan antarumat beragama serta mempromosikan nilai-nilai toleransi dan kekayaan intelektual yang telah mengakar kuat di Nusantara, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud), Fadli Zon hadir dalam Pasamuan Agung IV Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI).

Adapun acara tersebut berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo), Jakarta. Fadli Zon dalam sambutannya menyampaikan sejarah umat Buddha yang telah menyatu dalam denyut nadi peradaban Nusantara.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

“Kita adalah pewaris dari dua kerajaan besar yang menempatkan Dharma sebagai pilar peradaban. Sriwijaya di abad ke-7 sebagai pusat pembelajaran Buddha terbesar di Asia Tenggara, sekarang kita sedang selesaikan museum dan penataan kawasan Candi Murajambi, dan Mataram Kuno di abad ke-9 yang melahirkan juga keajaiban dunia, Candi Borobudur,” kata Fadli Zon dalam keterangannya, Sabtu (29/11/2025).

Dalam hal ini, pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmen penuhnya dalam pelestarian budaya melalui sejumlah program strategis. Mulai dari pelestarian cagar budaya lewat konservasi situs-situs bersejarah Buddha, revitalisasi tradisi dengan mendorong kesenian dan tradisi Buddha sebagai kekayaan budaya nasional, dan penguatan nilai luhur Buddha, seperti cinta kasih dan kasih sayang sebagai modal menjaga harmoni dan gotong royong.

“Konservasi terus dilakukan dan kita berharap situs-situs ini tidak menjadi monumen saja, tidak menjadi sebuah artefak saja. Kita harapkan situs-situs ini menjadi satu living heritage, warisan yang hidup,” tegas Fadli Zon.

Lebih lanjut, umat Buddha turut memainkan peran yang krusial dalam pelestarian budaya di tengah kekayaan budaya yang Fadli Zon sebut sebagai megadiversity. Menurutnya, ekspresi budaya tak hanya terbatas tentang kesenian, tetapi ada Objek Pemajuan Kebudayaan lainnya, salah satu bidang yang terkait adalah pemeliharan situs maupun artefak.

“Selamat kepada WALUBI, selamat untuk melaksanakan Pasamuan Agung dan mudah- mudahan berjalan dengan lancar,” pungkas Fadli Zon.

Ketua Panitia Pasamuan Agung IV WALUBI, Rudy Sumanto menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas hadirnya negara.

“Kehadiran negara yang diwakili oleh Bapak Menteri, perwakilan Gubernur, dan Dirjen Bimas Buddha adalah dukungan yang sangat berharga bagi kita semua. Kehadiran negara adalah kebanggaan bagi perwakilan umat Buddha,” jelasnya.

Nilai kebijaksanaan dan cinta kasih yang disinggung Fadli Zon, ditekankan pula oleh Ketua Umum DPP WALUBI periode 1998-2025, S. Hartati Murdaya, dalam menjalankan tugas amanat WALUBI. Pada sambutannya, dirinya menyampaikan usaha maksimal untuk meningkatkan pengertian tentang apa yang diajarkan oleh agama Buddha, melalui Dharma Agama serta Dharma Negara.

Rasa syukur disampaikan S. Hartati Murdaya atas hadirnya pemerintah yang bijak serta mendorong pelestarian cagar budaya, utamanya melalui Kemenbud. Berkaitan dengan pelestarian cagar budaya nasional, Hartati Murdaya, memilih Muarajambi dengan sejarah historis perkembangan Buddha untuk dapat terus dilestarikan.

Sementara itu, Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar yang didampingi oleh Direktur Jenderal Bimas Buddha Kemenag, Supriyadi, berpesan agar Dharma menjadi sumber kedamaian dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Ajaran Buddha secara inheren, menempatkan persatuan sebagai landasan utama bagi umat yang bahagia.

Melalui konsep paticcasamuppada atau sebab akibat yang saling bergantung, ajaran Buddha memberikan kerangka kerja yang sangat kuat. Segala sesuatu saling bergantung, baik manusia, alam, dan lingkungan adalah kesatuan yang tak terpisahkan.

“Praktik cinta kasih universal adalah jawaban terhadap segala bentuk radikalisme, intoleransi, dan diskriminasi. Apabila cinta kasih telah bersemayam kuat dalam diri setiap individu, maka tidak ada ruang bagi kebencian. Sehingga persatuan bangsa akan tegak dengan sendirinya,” ujar Nasaruddin.

Pemukulan tambur oleh Fadli Zon; Nasaruddin Umar; S. Hartati Murdaya; dan Rudy Sumanto; menandai dibukanya secara resmi Pasamuan Agung IV WALUBI yang dihadiri oleh 1.500 umat Buddha yang memadati Grand Theater JIExpo. Adapun Pasamuan Agung IV WALUBI adalah forum pertemuan tertinggi tingkat nasional yang akan membahas berbagai keputusan umat, kepengurusan, dan arah perwakilan umat Buddha Indonesia di masa depan.

Sebagai organisasi yang menghimpun berbagai tradisi Buddha di Indonesia, WALUBI memainkan peran penting dalam membangun jembatan persatuan, baik di antara umat Buddha sendiri, antarumat beragama, maupun antarumat dengan pemerintah. Dalam Pasamuan Agung IV ini akan ditetapkan Ketua Umum DPP Walubi 2025-2030 dan pembentukan Tim Formatur melalui empat sidang pleno dan dua sidang paripurna.

Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini di antaranya ketua DPD dan DPC WALUBI beserta jajaran dari seluruh Indonesia, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat majelis-majelis agama Buddha Indonesia, ketua KCBI beserta jajaran, kelembagaan agama Buddha, dan perwakilan pimpinan tempat ibadah agama Buddha.