Dari Cikini ke Jayakarta, Stasiun Warna-warni yang Manjakan Mata

Posted on

Di balik gedebag-gedebug warga Jakarta yang kesehariannya menggunakan jalur Manggarai-Jakarta Kota, berjejer 6 stasiun yang sarat cerita dan warna. Mari ikut jalan-jalan meski di gerbong berdesak-desakan.

Red Line, begitu biasanya para roker atau rombongan kereta memberi nama jalur Bogor-Jakarta Kota yang padatnya minta ampun di jam kerja. Nah di Red Line setelah Stasiun Manggarai ke Stasiun Jakarta Kota berjejer 6 stasiun yang ikonik: Cikini, Gondangdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, Jayakarta.

Stasiun-stasiun itu mencolok dengan warna masing-masing yang ternyata tak hanya sekadar keindahan visual tetapi juga menyimpan makna. Di Cikini, dominasi warna cokelat tampak di keramik dan pilar hingga area peron.

Bergeser ke Gondangdia, suasana berubah lebih cerah. Warna kuning menjadi ciri utama stasiun ini. Sementara itu, Juanda tampil dengan dominasi biru dalam beberapa gradasi.

Setelahnya ada Sawah Besar dengan ungu mudanya dan Mangga Besar yang lebih mencolok dengan kelir oranye. Berakhir Jayakarta yang mentereng dengan pink fanta sebelum tiba ke stasiun akhir Jakarta Kota.

Stasiun-stasiun yang berada di lintas layang itu tak lekang ditelan zaman. Warna-warna itu juga bukan asal-asalan. Setiap warna dipilih agar memudahkan identifikasi visual karena dulu belum ada pengumuman pemberhentian di setiap stasiun sehingga memudahkan penumpang untuk mengenali tujuannya.

“Iya sadar dengan perbedaan warna tiap stasiun. Makanya suka gini, ‘daerah ini oh warnanya ini’,” kata Ani (66), penumpang KRL yang hendak naik di Stasiun Juanda menuju Jakarta Kota.

Selain membantu navigasi, warna khas di tiap stasiun juga memberi pengalaman visual yang lebih menyenangkan. Sejumlah penumpang menyebut warna-warni stasiun membuat perjalanan terasa lebih nyaman.

“Lebih nyaman aja dilihatnya. Jadi kaya nggak terlalu asing. Terutama untuk orang-orang yang rantau atau yang dateng dari jauh,” ujar Dias (27), penumpang KRL yang baru saja turun di Stasiun Sawah Besar.

Meski tiap harinya KRL penuh sesak, setidaknya warna-warni stasiun-stasiun itu bisa jadi penghibur hati. Seperti salah satu pantun dari kondektur KRL yang mungkin kerap didengar para roker:

Bunga mawar harum mewangi
Tumbuh subuh di taman istana
Walau KRL berdesakan begini
Tetap sabar, jangan lupa senyumnya

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi