di Kabupaten Pati, , terus meluas setelah dilanda curah hujan yang cukup tinggi belakangan ini. Semula hanya 90 desa kini bertambah menjadi 112 desa di 7 kecamatan sepanjang Sungai Silugonggo.
Pantauan , Kamis (15/1/2026), pukul 17.00 WIB, genangan banjir di Kecamatan Juwana meluas. Akses jalan menuju Alun-alun Juwana ditutup karena genangan banjir cukup dalam.
Selain itu, ketinggian air di Desa Bajomulyo, Bumimulyo, Kedungpancing, dan Doropayung Kecamatan Juwana mengalami kenaikan jika dibanding kemarin.
Kepala BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, menjelaskan, saat ini ada 112 desa yang terendam banjir. Namun kini area yang terendam banjir mayoritas di sepanjang Sungai Silugonggo, sedangkan genangan di kecamatan Wedarijaksa, Tlogowungu, Jaken, mulai berangsur surut.
“Wilayah terdampak banjir yang sempat 20 kecamatan tinggal 6 kecamatan yang dialiri Sungai Silugonggo, mulai dari Sukolilo, Kayen, Gabus, Pati, Jakenan, dan Juwana,” kata Martinus, dilansir infoJateng.
Menurutnya, banjir terparah saat ini berada sepanjang Sungai Silugonggo. Curah hujan tinggi menyebabkan Sungai Silugonggo meluap ke permukiman warga.
Pemkab Pati saat ini telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama dua pekan ke depan. “Status tanggap darurat bencana dari tanggal 10-24 Januari 2026,” jelasnya.
Baca berita selengkapnya.
Lihat juga Video: Dampak Banjir Bandang di Pati, Rumah Rusak-Sampah Kayu Berserakan
