Gubernur DKI Jakarta menegaskan kesiapan untuk melangkah ke pasar modal melalui penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Namun, ia mengingatkan seluruh jajaran Bank Jakarta agar mengedepankan cara kerja yang cerdas, bukan sekadar bekerja keras.
Hal itu disampaikan Pramono saat membuka Rapat Kerja Bank Jakarta Tahun 2026 di Hotel Pullman, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026).
“Dalam dunia perbankan, enggak perlu terlalu work hard, tapi harus work smart. Itu kuncinya kalau mau naik kelas dan siap IPO,” kata Pramono.
Pramono menilai, persiapan IPO bukan hanya soal kinerja keuangan, tetapi juga pembentukan corporate culture yang kuat, disiplin, dan profesional. Menurutnya, budaya kerja tersebut harus sudah menjadi bagian yang melekat dalam organisasi Bank Jakarta.
“Kalau mau IPO, corporate culture-nya harus betul-betul dibentuk dan sudah inheren. Disiplin, transparansi, dan teamwork itu wajib,” tegasnya.
Ia juga menyinggung pentingnya transparansi dan tata kelola yang baik. Pramono menyebut, salah satu persoalan utama bank daerah selama ini adalah masih adanya hal-hal yang ditutupi.
“Kalau mau dinilai investor, mau di-appraisal, enggak boleh ada yang disembunyikan. Begitu terbuka dan transparan, semua orang justru enak,” ujarnya.
Pramono menambahkan, Bank Jakarta juga harus meninggalkan pola birokrasi berlebihan yang lazim di pemerintahan. Menurutnya, birokrasi panjang akan membuat bank kehilangan daya saing di mata publik dan investor.
“Birokrasi itu biarin di pemerintahan. Kalau entitas bisnis masih ribet, orang datang ke Bank Jakarta bisa langsung angkat tangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyampaikan bahwa 2026 menjadi tahun konsolidasi dan eksekusi dengan target laba sebesar Rp 1 triliun. Target tersebut menjadi pijakan penting dalam persiapan IPO Bank Jakarta.
“IPO menjadi bagian dari transformasi dan penguatan tata kelola. Kami juga menyiapkan penguatan IT, mobile banking baru, serta pengembangan produk untuk meningkatkan kepercayaan investor,” ujar Agus.
Bank Jakarta menargetkan proses IPO dapat direalisasikan paling cepat akhir 2026 atau awal 2027, seiring dengan penguatan fundamental dan kinerja perseroan.
