Badan intelijen pusat (AS), , menyimpulkan bahwa para loyalis senior Presiden yang digulingkan, termasuk Wakil Presiden , berada dalam posisi terbaik untuk menjaga stabilitas jika pemimpin negara tersebut kehilangan kekuasaan.
Kesimpulan itu, seperti dilansir Reuters, Selasa (6/1/2026), tertuang dalam penilaian rahasia CIA yang disampaikan kepada Presiden p, seperti diungkapkan oleh dua sumber yang diberi informasi tentang masalah tersebut, namun enggan disebut identitasnya.
Kedua sumber itu mengonfirmasi laporan eksekutif media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) mengenai hal tersebut.
Disebutkan oleh kedua sumber itu bahwa Trump telah diberi pengarahan soal laporan tersebut, dan bahwa laporan itu dibagikan kepada sekelompok kecil tim keamanan nasional seniornya.
Penilaian CIA tersebut, menurut kedua sumber itu, merupakan salah salah satu alasan mengapa Trump memutuskan untuk mendukung Rodriguez, Wakil Presiden Venezuela, bukannya pemimpin oposisi .
Gedung Putih menolak untuk mengonfirmasi laporan tersebut.
“Presiden Trump secara rutin diberi pengarahan tentang dinamika politik domestik di seluruh dunia,” ucap Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menanggapi pertanyaan soal laporan itu,
“Presiden dan tim keamanan nasionalnya membuat keputusan realistis untuk pada akhirnya memastikan Venezuela selaras dengan kepentingan Amerika Serikat, dan menjadi negara yang lebih baik bagi rakyat Venezuela,” sebutnya.
Sementara itu, Rodriguez telah resmi dilantik sebagai presiden sementara oleh parlemen Venezuela pada Senin (5/1) waktu setempat, atau dua hari setelah pasukan AS menangkap Maduro untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme.
Saat mengucapkan sumpah jabatan dalam seremoni di Majelis Nasional Venezuela, seperti dilansir AFP, Rodriguez mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa dia melakukannya “atas nama seluruh rakyat Venezuela”.
Rodriguez telah mengindikasikan akan bekerja sama dengan AS, setelah pemerintahan Trump menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan sisa pemerintah Maduro, selama tujuan Washington, khususnya membuka akses investasi AS ke cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar, terpenuhi.
Trump sebelumnya sempat memperingatkan bahwa Rodriguez dalam menghadapi nasib yang lebih buruk dari Maduro, jika dia gagal mematuhi tuntutan AS tentang reformasi kebijakan dan akses minyak.
Saksikan Live infoSore :
Simak juga Video Wapres Venezuela Ucap Sumpah Gantikan Maduro, Singgung ‘Penculikan’ AS
Sementara itu, Rodriguez telah resmi dilantik sebagai presiden sementara oleh parlemen Venezuela pada Senin (5/1) waktu setempat, atau dua hari setelah pasukan AS menangkap Maduro untuk diadili atas tuduhan narkoterorisme.
Saat mengucapkan sumpah jabatan dalam seremoni di Majelis Nasional Venezuela, seperti dilansir AFP, Rodriguez mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa dia melakukannya “atas nama seluruh rakyat Venezuela”.
Rodriguez telah mengindikasikan akan bekerja sama dengan AS, setelah pemerintahan Trump menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dengan sisa pemerintah Maduro, selama tujuan Washington, khususnya membuka akses investasi AS ke cadangan minyak mentah Venezuela yang sangat besar, terpenuhi.
Trump sebelumnya sempat memperingatkan bahwa Rodriguez dalam menghadapi nasib yang lebih buruk dari Maduro, jika dia gagal mematuhi tuntutan AS tentang reformasi kebijakan dan akses minyak.
Saksikan Live infoSore :
Simak juga Video Wapres Venezuela Ucap Sumpah Gantikan Maduro, Singgung ‘Penculikan’ AS







