Tumpukan sampah menggunung di , Jakarta Timur (Jaktim) dibersihkan. Sepuluh truk sudah mengangkut tumpukan sampah.
“Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan,” kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun dilansir Antara, Kamis (8/1/2026).
Pembersihan dilakukan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Mereka mengangkut gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.
Dia menyebutkan jumlah armada hari ini meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk yang dioperasikan setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi.
Sejak pagi, puluhan personel kebersihan bersama armada truk pengangkut dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pengosongan gunungan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.
Aktivitas bongkar muat sampah tampak berlangsung sejak pukul 05.30 WIB. Petugas dari DLH DKI Jakarta, yang dibantu UPK Badan Air serta pengelola pasar, bekerja bergantian mengeruk sampah yang telah menumpuk tinggi di area belakang pasar tersebut.
Sampah-sampah itu kemudian diangkut ke bak truk sebelum dibawa menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual.
Pada saat yang bersamaan, beberapa petugas lainnya tampak menyisir jalur akses pasar untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer. Agus menegaskan penambahan armada itu dilakukan untuk mempercepat proses pengempesan gunungan sampah yang saat ini masih terlihat jelas dari kawasan pasar.
Menurut dia, operasi hari ini memang difokuskan pada penanganan tumpukan yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat.
“Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya,” ucap Agus.
Operasi pengangkutan itu terus dilakukan hingga volume sampah benar-benar berkurang signifikan.
Melalui operasi pengangkutan berskala besar, pengelola pasar berharap kualitas lingkungan dapat segera pulih. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan agar pengelolaan sampah harian lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan penumpukan.
Sementara itu, meskipun terdapat kegiatan pengangkutan, aktivitas perdagangan di tetap berjalan seperti biasa. Petugas memastikan alur lalu lintas di dalam pasar tetap tertib agar truk pengangkut tidak mengganggu distribusi barang.
Selain itu, para pedagang juga diimbau agar lebih tertib membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat memicu keluhan warga sekitar. Kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati itu pun menurutnya bukan hal baru karena sudah terjadi selama bertahun-tahun. Sumber bau tersebut didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar.
“Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya,” ucap Agus.
Operasi pengangkutan itu terus dilakukan hingga volume sampah benar-benar berkurang signifikan.
Melalui operasi pengangkutan berskala besar, pengelola pasar berharap kualitas lingkungan dapat segera pulih. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan agar pengelolaan sampah harian lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan penumpukan.
Sementara itu, meskipun terdapat kegiatan pengangkutan, aktivitas perdagangan di tetap berjalan seperti biasa. Petugas memastikan alur lalu lintas di dalam pasar tetap tertib agar truk pengangkut tidak mengganggu distribusi barang.
Selain itu, para pedagang juga diimbau agar lebih tertib membuang sampah pada tempat dan waktu yang telah ditentukan. Penumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati sempat memicu keluhan warga sekitar. Kondisi ini juga dikhawatirkan berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
Bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati itu pun menurutnya bukan hal baru karena sudah terjadi selama bertahun-tahun. Sumber bau tersebut didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar.
