Istana menanggapi hasil survei LSI Denny JA yang menunjukkan mayoritas responden menolak sistem melalui DPRD. Mensesneg sekaligus Jubir Istana, Prasetyo Hadi, menegaskan pemerintah menghormati semua pendapat.
“Ya kita kan menghormati semua pendapat itu. Pasti kan semua pandangan kan ada yang pro, ada yang kontra, ada yang mendukung. Sementara belum, kan gitu,” kata Pras di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Pras mengatakan tak ada polemik mengenai masih adanya penolakan terhadap wacana sistem pilkada tidak langsung. Dia menyerahkan keputusan soal sistem pilkada itu pada proses yang bergulir.
“Nggak ada masalah juga, kita lihat nanti,” ucapnya.
Sebelumnya, LSI Denny JA merilis hasil survei terkait usulan pilkada melalui DPRD. Dalam survei ini disebutkan mayoritas responden tidak setuju dengan pilkada melalui DPRD, yang paling keras menolak adalah Gen Z.
Responden diberi pertanyaan ‘Apakah Ibu/Bapak setuju atau tidak setuju wacana Pilkada tidak langsung atau dipilih oleh DPRD’. Hasilnya 66,1 persen menyatakan kurang setuju/tidak setuju sama sekali.
Berikut rinciannya:
– Kurang setuju/tidak setuju sama sekali: 66,1%
– Sangat setuju/cukup setuju: 28,6%
– Tidak tahu/tidak jawab: 5,3%
“Jadi dari data ini kita lihat bahwa di atas 65 persen menolak pilkada DPRD,” kata Ardian Sopa saat merilis hasil survei di Jakarta, Rabu (7/1).







