mengatakan Surat Keputusan Bersama (SKB) soal pembatasan angkutan barang dengan sumbu 3 atau lebih membantu turunkan angka kecelakaan lalu lintas di periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Penurunan angka kecelakaan membuat jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan turut menurun.
“Tentunya kalau dilihat dari Kamseltibcarlantas, ini sangat membantu ya. Jadi, dengan tidak beroperasinya di jalan tol, tentunya peristiwa kecelakaan juga turun,” kata Irjen Agus kepada wartawan seusai memantau arus lalin di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/1/2026).
Menurutnya, kebijakan pembatasan truk sumbu 3 merupakan kesepakatan yang baik. Agus mengatakan angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas menurun drastis.
“Jadi kita bisa menurunkan dua digit, 27,12 persen. Jadi hampir kurang lebih 150 kita bisa mengurangi peristiwa kecelakaan daripada tahun yang lalu,” ujarnya.
Angka kecelakaan lalu lintas di libur Nataru tahun ini juga turun tujuh persen. Agus menilai hal itu salah satu indikator kesuksesan Operasi Lilin 2025.
“Ini cukup bagus. Tentunya adanya kebijakan pelarangan sumbu tiga tentunya memperlancar dan tentunya juga kaitannya dengan keselamatan lalu lintas,” jelasnya.
Di sisi lain, Kakorlantas menyebut SKB truk sumbu tiga sempat berubah karena ada kebijakan work from anywhere (WFA). Serangkaian kebijakan itu membuat periode masyarakat mudik dan balik tersebar sehingga lalu lintas bisa terkendali.
“Ini juga penting sekali karena memang operasi Natal dan Tahun Baru ini adalah operasi keselamatan. Yang paling terpenting adalah keselamatan, kelancaran daripada lalu lintas, baik keamanan Harkamtibmas termasuk Kamseltibcarlantas,” sambungnya.
Lihat Video ‘Operasi Lilin 2025 Sukses, Kakorlantas Ungkap Angka Kecelakaan Turun 7%’:







