Jenazah dua warga Desa Nekan, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, , terjebak banjir saat diantarkan ke rumah duka. Ambulans yang membawa ini terhenti lantaran banjir melanda kawasan tersebut sejak Sabtu (10/1) pagi.
Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana pun turun tangan bersama personel Koramil serta warga setempat untuk memberikan bantuan. Mereka bergerak memanggul jenazah di tengah banjir, menyeberangkan jasad agar sampai di rumah duka yang telah ditunggu oleh keluarga.
“Jenazahnya dari RSUD Sanggau mau dibawa ke Entikong, tapi terhenti di wilayah kita karena ambulans yang dari Sanggau tidak bisa lanjut akibat banjir. Jadi kita sama-sama memikulnya untuk diseberangkan,” ungkap Kapolsek Beduai AKP Heri Triyana dilansir infoKalimantan, Minggu (11/1/2026).
Pagi ini ada tiga titik banjir setinggi 1-1,5 meter yang merendam Jalan Lintas Negara di Kecamatan Beduai. Berbalut seragam cokelat Polri, perwira pertama polisi itu memikul peti jenazah di bahunya.
“Ada tiga titik banjir yang kita lewati tadi. Yang cukup parah di Desa Bereng Berkawat, karena tinggi airnya mencapai 1,5 meter,” ucapnya.
Heri mengatakan bahwa mengayomi dan melindungi warga negara menjadi tugas personel Polri di Beduai. Bukan hanya bagi mereka yang masih hidup di tengah banjir, tapi juga bagi korban yang sudah meninggal. Sejauh 250 meter jenazah warga perbatasan itu dipikul.
“Di rumah duka ada keluarga yang menunggu jenazah itu, tentu mereka sangat khawatir. Jadi, kita upayakan mengurangi beban duka keluarga yang ditinggalkan dengan membawa jenazahnya semampu kita. Mohon maaf agak lama bawa jenazahnya, karena memang kita lewati banjirnya jalan kaki,” tutupnya.
Baca selengkapnya
Tonton juga video “Korban Bencana Sumatera Dapat Bantuan Lauk Rp 450 Ribu Per Hari”







