Keadaan Darurat di Venezuela Buntut Serangan Ledakan Diduga dari Amerika

Posted on

Pada Sabtu (3/1), Presiden menetapkan keadaan darurat atas apa yang disebut pemerintahannya sebagai “agresi militer yang sangat serius” oleh (AS) terhadap ibu kota .

Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap menjulang ke udara dari beberapa lokasi yang berbeda.

AS belum menanggapi tuduhan yang dilontarkan Venezuela tersebut. Namun laporan media-media terkemuka AS, seperti CBS News dan Fox News, menyebutkan bahwa sejumlah pejabat pemerintah AS yang enggan disebut namanya telah mengonfirmasi jika militer AS ada balik rentetan serangan di ibu kota Venezuela.

Pemerintahan Maduro dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/1), menyampaikan kecaman keras untuk “agresi militer yang sangat serius dan berat” oleh AS terhadap Venezuela.

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Pemerintahan , dalam pernyataannya, menuduh AS melancarkan serangan terhadap wilayah Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.

Maduro, menurut pernyataan pemerintah Venezuela, telah menandatangani penetapan “keadaan darurat eksternal” dan “memerintahkan semua rencana pertahanan nasional untuk diimplementasikan pada waktu yang tepat dan dalam keadaan yang tepat”.

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam di hadapan komunitas internasional, agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah dan rakyat Venezuela,” demikian pernyataan pemerintahan Maduro.

Pemerintah Venezuela juga menyerukan para pendukungnya untuk turun ke jalanan demi membela negara.

“Rakyat turun ke jalan!” demikian bunyi pernyataan pemerintah Venezuela menyusul rentetan ledakan terdengar di area ibu kota Caracas.

“Pemerintahan Bolivarian menyerukan kepada semua kekuatan sosial dan politik di negara ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini,” tegas pernyataan tersebut.

“Rakyat Venezuela dan Angkatan Bersenjata Nasional Bolivarian, dalam kesatuan militer-polisi-rakyat yang sempurna, dikerahkan untuk menjamin kedaulatan dan perdamaian,” imbuh pernyataan pemerintah Venezuela tersebut.

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Venezuela akan menyampaikan aduan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sekretaris Jenderal PBB, dan badan-badan internasional lainnya, untuk menuntut kecaman terhadap AS.

Rentetan ledakan yang terjadi di wilayah Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, memicu pemadaman listrik di sejumlah area. Warga setempat menuturkan bahwa guncangan akibat ledakan itu dirasakan sangat kuat.

Laporan tim CNN yang ada di Caracas, seperti dilansir CNN, Sabtu (3/1), menyebut ledakan pertama tercatat sekitar pukul 01.50 waktu setempat.

“Salah satunya sangat kuat, jendela saya bergetar akibat itu,” ucap salah satu warga setempat, Osmary Hernandez, yang juga koresponden CNN di Caracas.

Beberapa area di Caracas mengalami pemadaman listrik, dengan sejumlah jurnalis CNN yang ada di ibu kota Venezuela itu dapat mendengar suara pesawat usai suara rentetan ledakan terdengar.

Penyebab ledakan-ledakan tersebut belum diketahui secara jelas.

Salah satu video yang diperoleh dan diverifikasi oleh CNN menunjukkan dua kepulan asap menjulang ke langit malam di tengah cahaya kota. Kilatan berwarna oranye terlihat di dasar salah satu kepulan asap tersebut. Kemudian kilatan cahaya terlihat sekilas di beberapa lokasi lainnya, diikuti suara dentuman yang samar.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Laporan jurnalis AFP yang ada di ibu kota Venezuela sebelumnya menyebut rentetan suara ledakan masih terdengar sekitar pukul 02.15 dini hari waktu setempat, meskipun lokasi atau sumber suara itu tidak diketahui secara jelas.

Sedangkan laporan Al Arabiya menyebut sedikitnya tujuh ledakan terdengar di area Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari.

Otoritas Iran mengecam serangan yang dilancarkan AS terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Kecaman serupa juga disampaikan oleh Kolombia dan Kuba.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius dan berat” terhadap Venezuela. Pemerintah Venezuela menuduh AS telah menyerang area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.

Presiden Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa AS memang menyerang Venezuela, yang disebutnya sebagai “serangan skala besar” yang sukses. Trump juga mengatakan bahwa Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/1), menyebut serangan AS itu melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela, serta melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Teheran, Press TV.

Iran, yang merupakan sekutu utama Venezuela, memperingatkan konsekuensi dari serangan AS itu terhadap seluruh sistem internasional.

“Agresi militer AS terhadap negara merdeka yang merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran berat terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional, dan konsekuensinya akan mempengaruhi seluruh sistem internasional,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran.

Secara terpisah, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyatakan keprihatinan dan kecaman atas situasi terkini di Venezuela, namun tanpa menyebut AS.

“Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil,” tulis Petro dalam pernyataan via media sosial X.

Dia menambahkan bahwa negaranya memantau situasi di Venezuela, negara tetangganya, dengan “keprihatinan mendalam”, dan mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang memicu eskalasi.

Kecaman serupa juga datang dari Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, yang menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai serangan “kriminal”.

“Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal oleh AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal,” tegasnya.

Presiden AS mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Pernyataan Trump ini disampaikan setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di area Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari.

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1).

Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.

Aliran Listrik Padam Usai Rentetan Ledakan di Venezuela

Iran-Kolombia-Kuba Kecam Serangan AS pada Venezuela

Trump Umumkan AS Serang Venezuela

Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

Rentetan ledakan yang terjadi di wilayah Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari, memicu pemadaman listrik di sejumlah area. Warga setempat menuturkan bahwa guncangan akibat ledakan itu dirasakan sangat kuat.

Laporan tim CNN yang ada di Caracas, seperti dilansir CNN, Sabtu (3/1), menyebut ledakan pertama tercatat sekitar pukul 01.50 waktu setempat.

“Salah satunya sangat kuat, jendela saya bergetar akibat itu,” ucap salah satu warga setempat, Osmary Hernandez, yang juga koresponden CNN di Caracas.

Beberapa area di Caracas mengalami pemadaman listrik, dengan sejumlah jurnalis CNN yang ada di ibu kota Venezuela itu dapat mendengar suara pesawat usai suara rentetan ledakan terdengar.

Penyebab ledakan-ledakan tersebut belum diketahui secara jelas.

Salah satu video yang diperoleh dan diverifikasi oleh CNN menunjukkan dua kepulan asap menjulang ke langit malam di tengah cahaya kota. Kilatan berwarna oranye terlihat di dasar salah satu kepulan asap tersebut. Kemudian kilatan cahaya terlihat sekilas di beberapa lokasi lainnya, diikuti suara dentuman yang samar.

Media lokal Venezuela, seperti Efecto Cocuyo dan Tal Cual Digital, melaporkan bahwa rentetan ledakan juga terdengar di area negara bagian La Guaira, sebelah utara Caracas, dan di area pesisir Venezuela, serta di area Higuerote, kota pesisir di negara bagian Miranda.

Laporan jurnalis AFP yang ada di ibu kota Venezuela sebelumnya menyebut rentetan suara ledakan masih terdengar sekitar pukul 02.15 dini hari waktu setempat, meskipun lokasi atau sumber suara itu tidak diketahui secara jelas.

Sedangkan laporan Al Arabiya menyebut sedikitnya tujuh ledakan terdengar di area Caracas pada Sabtu (3/1) dini hari.

Aliran Listrik Padam Usai Rentetan Ledakan di Venezuela

Gambar ilustrasi

Otoritas Iran mengecam serangan yang dilancarkan AS terhadap Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari waktu setempat. Kecaman serupa juga disampaikan oleh Kolombia dan Kuba.

Pemerintahan Presiden Nicolas Maduro menuduh AS telah melancarkan “agresi militer yang sangat serius dan berat” terhadap Venezuela. Pemerintah Venezuela menuduh AS telah menyerang area Caracas, dan negara bagian Miranda, Aragua, serta La Guaira.

Presiden Donald Trump telah mengonfirmasi bahwa AS memang menyerang Venezuela, yang disebutnya sebagai “serangan skala besar” yang sukses. Trump juga mengatakan bahwa Maduro telah ditangkap dan diterbangkan ke luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilansir AFP dan CNN, Sabtu (3/1), menyebut serangan AS itu melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela, serta melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Mengutuk keras serangan militer Amerika terhadap Venezuela dan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial negara tersebut,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah Teheran, Press TV.

Iran, yang merupakan sekutu utama Venezuela, memperingatkan konsekuensi dari serangan AS itu terhadap seluruh sistem internasional.

“Agresi militer AS terhadap negara merdeka yang merupakan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa merupakan pelanggaran berat terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional, dan konsekuensinya akan mempengaruhi seluruh sistem internasional,” sebut Kementerian Luar Negeri Iran.

Secara terpisah, Presiden Kolombia, Gustavo Petro, menyatakan keprihatinan dan kecaman atas situasi terkini di Venezuela, namun tanpa menyebut AS.

“Pemerintah Kolombia menolak tindakan militer sepihak apa pun yang dapat memperburuk situasi atau membahayakan penduduk sipil,” tulis Petro dalam pernyataan via media sosial X.

Dia menambahkan bahwa negaranya memantau situasi di Venezuela, negara tetangganya, dengan “keprihatinan mendalam”, dan mendesak semua pihak yang terlibat untuk menahan diri dari tindakan yang memicu eskalasi.

Kecaman serupa juga datang dari Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, yang menyebut serangan AS terhadap Venezuela sebagai serangan “kriminal”.

“Kuba mengecam dan mendesak reaksi komunitas internasional terhadap serangan kriminal oleh AS terhadap Venezuela. Zona perdamaian kita sedang diserang secara brutal,” tegasnya.

Iran-Kolombia-Kuba Kecam Serangan AS pada Venezuela

Presiden AS mengumumkan negaranya secara sukses melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela. Pernyataan Trump ini disampaikan setelah rentetan ledakan dilaporkan terdengar di area Caracas, ibu kota Venezuela, pada Sabtu (3/1) dini hari.

“Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan skala besar terhadap Venezuela,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Sabtu (3/1).

Pernyataan Trump ini menjadi konfirmasi pertama yang disampaikan AS, setelah pemerintahan Presiden Nicolas Maduro sebelumnya menuduh Washington melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi militer dan sipil di beberapa wilayah Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari.

Trump Umumkan AS Serang Venezuela