Kepala Kepolisian , Jenderal Ahmad-Reza Radan, memberikan ultimatum kepada para perusuh dalam yang melanda negara tersebut beberapa waktu terakhir. Radan menyebut para perusuh akan mendapat hukuman lebih ringan, jika mereka menyerahkan diri dalam waktu tiga hari ke depan.
“Orang-orang muda yang tanpa sadar terlibat dalam kerusuhan dianggap sebagai individu yang tertipu, bukan tentara musuh,” ujar Radan dalam pernyataan kepada televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP, Selasa (20/1/2026).
“Mereka akan diperlakukan dengan kelonggaran oleh sistem Republik Islam,” ujarnya.
Radan menambahkan bahwa mereka memiliki “maksimal tiga hari” untuk menyerahkan diri kepada otoritas berwenang Iran.
Unjuk rasa yang dipicu oleh kemarahan publik atas kesulitan ekonomi pada akhir Desember tahun lalu, meledak menjadi aksi protes antipemerintah yang meluas dan diwarnai tuntutan diakhirinya pemerintahan ulama di Iran.
Unjuk rasa ini diwarnai kerusuhan paling mematikan sejak Revolusi Islam tahun 1979 silam, dan dianggap sebagai tantangan terbesar bagi kepemimpinan Teheran dalam beberapa tahun terakhir.
Aksi protes mulai mereda beberapa hari terakhir setelah adanya penindakan keras oleh aparat keamanan Iran, yang menurut kelompok-kelompok HAM, telah menyebabkan ribuan orang tewas.
Para pejabat Iran mengatakan bahwa unjuk rasa itu awalnya berlangsung damai, sebelum berubah menjadi “kerusuhan” yang dipicu oleh musuh-musuh bebuyutan Iran, (AS) dan , dan bertujuan untuk mendestabilisasi rezim Teheran.
Laporan kantor berita Tasnim, yang mengutip sejumlah pejabat keamanan Iran, mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa sekitar 3.000 orang telah ditangkap terkait unjuk rasa antipemerintah.
Sementara beberapa kelompok HAM, termasuk Human Rights Activists in Iran (HRANA) yang berbasis di AS, melaporkan bahwa lebih dari 24.000 orang ditangkap selama unjuk rasa berlangsung di Iran.
Pemimpin tertinggi Iran, , mengatakan pada Sabtu (16/1) waktu setempat bahwa otoritas Teheran “harus menghancurkan kekuatan para penghasut”. Khamenei juga menegaskan bahwa “para penjahat” domestik dan asing di Iran tidak akan luput dari hukuman.
Laporan kantor berita Tasnim, yang mengutip sejumlah pejabat keamanan Iran, mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa sekitar 3.000 orang telah ditangkap terkait unjuk rasa antipemerintah.
Sementara beberapa kelompok HAM, termasuk Human Rights Activists in Iran (HRANA) yang berbasis di AS, melaporkan bahwa lebih dari 24.000 orang ditangkap selama unjuk rasa berlangsung di Iran.
Pemimpin tertinggi Iran, , mengatakan pada Sabtu (16/1) waktu setempat bahwa otoritas Teheran “harus menghancurkan kekuatan para penghasut”. Khamenei juga menegaskan bahwa “para penjahat” domestik dan asing di Iran tidak akan luput dari hukuman.
