Sebanyak 11 SPBU di selatan meledak pada minggu dini hari. Akibat serangan itu sebanyak 4 orang terluka.
Serangan tersebut merupakan serangan terbaru di wilayah yang dilanda pemberontakan tersebut.
Beberapa bom meledak dalam kurun waktu 40 menit usai tengah malam dan membakar 11 SPBU di provinsi paling selatan Thailand, Narathiwat, Pattani, dan Yala, kata pernyataan militer.
Pihak berwenang tidak mengumumkan penangkapan atau mengatakan siapa yang mungkin berada di balik serangan tersebut. Ledakan di 11 SPBU tersebut terjadi hampir bersamaan.
“Itu terjadi hampir bersamaan. Sekelompok pria yang jumlahnya tidak diketahui datang dan meledakkan bom yang merusak pompa bahan bakar,” kata Gubernur Narathiwat Boonchauy Homyamyen kepada media lokal.
Ia menyebut seorang petugas polisi terluka di provinsi tersebut. Selain itu, seorang petugas pemadam kebakaran dan dua karyawan SPBU terluka di provinsi Pattani.
Keempat korban luka dirawat di rumah sakit. Juru bicara militer Thailand mengatakan tidak ada yang mengalami luka serius akibat kejadian itu.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan badan keamanan percaya serangan itu adalah “sinyal” yang bertepatan dengan pemilihan administrator lokal yang berlangsung pada hari Minggu, dan “bukan ditujukan untuk pemberontakan”.
Komandan militer di selatan, Narathip Phoynok, mengatakan bahwa ia memerintahkan peningkatan keamanan ke “tingkat maksimum di semua area” termasuk di pos pemeriksaan jalan dan perbatasan.
Diketahui, bagian selatan Thailand secara budaya berbeda dari bagian Thailand lainnya yang mayoritas beragama Buddha, yang menguasai wilayah tersebut lebih dari seabad yang lalu.
Daerah tersebut dijaga ketat oleh pasukan keamanan Thailand — yang biasanya menjadi target serangan pemberontak.
Konflik tingkat rendah sejak 2004 telah menewaskan ribuan orang karena pemberontak di wilayah mayoritas Muslim yang berbatasan dengan Malaysia berjuang untuk otonomi yang lebih besar.







