Presiden Prancis menyebut Amerika Serikat telah melanggar aturan internasional dan berpaling dari beberapa sekutunya. Hal itu buntut penangkapan pemimpin Venezuela dan rencana Donald Trump menguasai Greenland.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (8/1/2026), hal itu disampaikan Macron dalam pidato tahunannya di hadapan para duta besar Prancis di Istana Elysee. Macron juga menyinggung fungsi lembaga multilateral buntut aksi Trump tersebut.
“Amerika Serikat adalah kekuatan yang mapan, tetapi secara bertahap berpaling dari beberapa sekutunya dan melepaskan diri dari aturan-aturan internasional yang masih dipromosikannya baru-baru ini,” kata Macron kepada para duta besar di Istana Elysee.
“Lembaga-lembaga multilateral semakin tidak berfungsi secara efektif,” tambah Macron.
Macron berbicara setelah pasukan khusus AS menculik Maduro dan istrinya dari Venezuela pada hari Sabtu dalam sebuah serangan kilat dan membawa mereka ke New York. Hal ini juga memicu kecaman bahwa Amerika Serikat telah merongrong hukum internasional.
“Kita hidup di dunia dengan kekuatan-kekuatan besar dengan godaan nyata untuk memecah belah dunia,” kata Macron
Setelah intervensi militernya di Venezuela, Presiden Trump memicu kekhawatiran di Eropa dengan mengulangi desakannya bahwa ia ingin menguasai Greenland.
Trump telah berulang kali menolak untuk mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk merebut pulau Arktik yang memicu kemarahan dari pemegang kendali kekuasaan Denmark dan sekutu Eropa lainnya. Denmark sendiri telah memperingatkan bahwa setiap serangan akan menjadi akhir dari aliansi NATO.
Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.
