Markas UNRWA di Yerusalem Dibakar Usai Dihancurkan Israel

Posted on

Badan (PBB) untuk Pengungsi Palestina, , mengatakan bahwa markas besarnya yang ada di Yerusalem Timur, yang sebagian telah dihancurkan oleh , dibakar.

UNRWA, seperti dilansir AFP, Senin (26/1/2026), tidak memberikan informasi lebih detail mengenai penyebab insiden di markas mereka tersebut. Otoritas Israel menyita dan menghancurkan markas besar UNRWA di Yerusalem Timur sejak pekan lalu, setelah melarang badan PBB itu beroperasi pada tahun 2025.

“Setelah diserbu dan dihancurkan oleh otoritas Israel, Markas Besar UNRWA di Yerusalem Timur yang diduduki kini dibakar,” kata UNRWA dalam pernyataannya pada Minggu (25/1) waktu setempat.

Kebakaran yang menyelimuti markas UNRWA itu digambarkan sebagai bagian dari “upaya berkelanjutan untuk melucuti status Pengungsi Palestina”.

Dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan setempat melaporkan pada Minggu (25/1) pagi bahwa pihaknya merespons aduan kebakaran di fasilitas tersebut, di mana mereka berupaya “memadamkan api dan mencegahnya menyebar”. Tidak disebutkan lebih lanjut soal penyebab kebakaran tersebut.

PBB mengecam penyitaan dan penghancuran markas UNRWA pekan lalu. Dalam pernyataannya, UNRWA bersikeras menyatakan propertinya tetap dilindungi oleh hak istimewa dan kekebalan PBB. Pandangan ini ditegaskan kembali oleh UNRWA dalam pernyataan pada Minggu (25/1).

“Seperti negara anggota PBB mana pun di dunia, tanpa kecuali, Israel secara hukum wajib melindungi dan menghormati fasilitas PBB,” tegas juru bicara UNRWA, Jonathan Fowler, kepada AFP.

UNRWA dibentuk khusus untuk mengurusi ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi selama pembentukan Israel tahun 1948 silam, dan menyediakan pendaftaran status pengungsi serta layanan kesehatan dan pendidikan.

Markas besar UNRWA di Yerusalem Timur telah dikosongkan sejak Januari 2025, ketika undang-undang yang melarang operasional badan PBB itu mulai berlaku.

Israel berulang kali menuduh UNRWA memberikan perlindungan kepada militan Hamas, mengklaim bahwa beberapa staf UNRWA ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu yang memicu perang Gaza.

Serangkaian investigasi, termasuk yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna, menemukan beberapa “masalah terkait netralitas” di UNRWA, tetapi menekankan bahwa Israel belum memberikan bukti meyakinkan untuk tuduhan utamanya.

UNRWA masih beroperasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

UNRWA dibentuk khusus untuk mengurusi ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi selama pembentukan Israel tahun 1948 silam, dan menyediakan pendaftaran status pengungsi serta layanan kesehatan dan pendidikan.

Markas besar UNRWA di Yerusalem Timur telah dikosongkan sejak Januari 2025, ketika undang-undang yang melarang operasional badan PBB itu mulai berlaku.

Israel berulang kali menuduh UNRWA memberikan perlindungan kepada militan Hamas, mengklaim bahwa beberapa staf UNRWA ikut serta dalam serangan Hamas pada 7 Oktober lalu yang memicu perang Gaza.

Serangkaian investigasi, termasuk yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna, menemukan beberapa “masalah terkait netralitas” di UNRWA, tetapi menekankan bahwa Israel belum memberikan bukti meyakinkan untuk tuduhan utamanya.

UNRWA masih beroperasi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.