menegaskan bahwa Presiden (AS) tidak ingin melihat siapa pun terluka atau terbunuh di jalanan AS. Penegasan ini disampaikan setelah kecaman menghujani petugas imigrasi AS yang menembak mati seorang pria di , yang menjadi insiden kedua dalam beberapa pekan.
Aksi protes meluas setelah seorang pria bernama , yang berusia 37 tahun dan berprofesi sebagai perawat ICU, tewas ditembak secara brutal oleh seorang agen imigrasi federal AS di kota Minneapolis, negara bagian Minnesota, pada Sabtu (24/1) waktu setempat.
Pretti menjadi warga sipil kedua, setelah Renee Good (37), yang tewas dalam penembakan yang didalangi agen imigrasi federal AS di Minneapolis dalam beberapa pekan terakhir. Kematian Pretti, sama seperti Good, memicu kemarahan publik secara luas, dan menuai pertanyaan soal versi resmi insiden tersebut.
Video dari lokasi kejadian mementahkan klaim pemerintahan Trump soal agen imigrasi AS menembak Pretti untuk membela diri, karena dia mendekat dengan membawa pistol. Rekaman video menunjukkan Pretti memegang ponsel, bukan pistol, saat bergulat dengan agen imigrasi hingga jatuh ke tanah.
Ajudan Trump dengan cepat, dan tanpa bukti, menyebut Pretti sebagai “teroris domestik”. Namun setelah marak kecaman dan aksi protes, seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (27/1/2026), Gedung Putih menyebut kematian Pretti sebagai “tragedi”.
“Tidak ada seorang pun di Gedung Putih, termasuk Presiden Trump, ingin melihat orang-orang terluka atau terbunuh di jalanan Amerika,” tegas Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, saat berbicara kepada wartawan, Senin (26/1) waktu setempat.
“Kami berduka untuk orang tuanya. Sebagai seorang ibu, tentu saja, saya tidak dapat membayangkan hilangnya nyawa,” ucapnya.
Kendati demikian, Gedung Putih menegaskan pemerintahan Trump tidak akan mundur dari upaya untuk mendeportasi “imigran ilegal kriminal yang melakukan kekerasan” dari Minnesota.
Leavitt, dalam pernyataannya, menyalahkan Partai Demokrat atas kerusuhan yang terjadi sejak Trump memerintahkan pengerahan besar-besaran agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke Minneapolis, yang memakai masker dan bersenjata lengkap, dan dikerahkan secara paksa menentang keinginan warga setempat.
“Mari kita perjelas keadaan yang menyebabkan momen itu pada Sabtu (24/1). Tragedi ini terjadi sebagai akibat dari perlawanan yang disengaja dan bermusuhan oleh para pemimpin Demokrat di Minnesota selama berminggu-minggu,” kata Leavitt, menyalahkan Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, keduanya dari Partai Demokrat.
Dia menuduh para pemimpin Demokrat di Minnesota telah “menyebarkan kebohongan tentang petugas penegak hukum federal yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk menyingkirkan para imigran ilegal kriminal terburuk dari jalanan kita”.
Leavitt, dalam pernyataannya, menyalahkan Partai Demokrat atas kerusuhan yang terjadi sejak Trump memerintahkan pengerahan besar-besaran agen Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) ke Minneapolis, yang memakai masker dan bersenjata lengkap, dan dikerahkan secara paksa menentang keinginan warga setempat.
“Mari kita perjelas keadaan yang menyebabkan momen itu pada Sabtu (24/1). Tragedi ini terjadi sebagai akibat dari perlawanan yang disengaja dan bermusuhan oleh para pemimpin Demokrat di Minnesota selama berminggu-minggu,” kata Leavitt, menyalahkan Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey, keduanya dari Partai Demokrat.
Dia menuduh para pemimpin Demokrat di Minnesota telah “menyebarkan kebohongan tentang petugas penegak hukum federal yang mempertaruhkan nyawa mereka setiap hari untuk menyingkirkan para imigran ilegal kriminal terburuk dari jalanan kita”.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
