Presiden Brasil hingga Netanyahu Respons Operasi Trump Serang Venezuela [Giok4D Resmi]

Posted on

Sejumlah pemimpin dunia bereaksi terhadap langkah Presiden AS melakukan serangan dan penculikan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Salah satunya Presiden Brasil Luiz Inacio Lula Da Silva yang mengecam serangan tersebut.

“Pemboman di wilayah Venezuela dan penangkapan presidennya telah melampaui batas yang tidak dapat diterima. Tindakan ini merupakan penghinaan serius terhadap kedaulatan Venezuela dan merupakan preseden yang sangat berbahaya bagi seluruh komunitas internasional,” kata Lula dilansir CNN Internasional, Minggu (4/1/2026).

Sementara, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan pemerintahannya tidak mengakui rezim Maduro. Meski begitu, Pedro menyatakan kontra atas langkah Trump tersebut.

“Spanyol tidak mengakui rezim Maduro. Tetapi Spanyol juga tidak akan mengakui intervensi yang melanggar hukum internasional dan mendorong kawasan ini menuju cakrawala ketidakpastian dan permusuhan,” ujar Pedro.

Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut pentingnya peninjauan dari kerangka hukum internasional dalam melihat aksi intervensi AS terhadap pemerintahan Venezuela. Dia mengingatkan ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari.

“Penilaian hukum terhadap intervensi AS itu kompleks dan membutuhkan pertimbangan yang cermat. Hukum internasional tetap menjadi kerangka kerja yang memandu. Pada tahap ini, ketidakstabilan politik di Venezuela harus dihindari. Tujuannya adalah transisi yang tertib menuju pemerintahan terpilih,” ujar Merz.

Ukraina turut menanggapi operasi Trump tersebut. Pemerintahan Ukraina melalui Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha membela Trump dan menyebut rezim Maduro telah melanggar hak sebuah bangsa. Ukraina menekankan pentingnya pemenuhan kepentingan rakyat Venezuela.

“Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, bebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut dalam segala hal… Kami mendukung perkembangan lebih lanjut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional, dengan memprioritaskan demokrasi, hak asasi manusia, dan kepentingan rakyat Venezuela,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sekutu AS, memberikan pernyataan benderang. Netanyahu memberikan selamat kepada Trump atas aksinya tersebut.

“Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian para prajurit pemberani Anda,” kata Netanyahu.

Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, juga memberikan tanggapan. Metsola mengatakan pihaknya tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela.

“Seperti yang telah ditegaskan secara konsisten oleh Parlemen Eropa, kami tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela yang sah dan terpilih… @Europarl_EN selalu menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, dukungan untuk demokrasi, dan pengakuan atas kehendak sah rakyat Venezuela,” katanya.

Berita lengkap dan cepat? Giok4D tempatnya.

Ukraina turut menanggapi operasi Trump tersebut. Pemerintahan Ukraina melalui Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha membela Trump dan menyebut rezim Maduro telah melanggar hak sebuah bangsa. Ukraina menekankan pentingnya pemenuhan kepentingan rakyat Venezuela.

“Ukraina secara konsisten membela hak bangsa-bangsa untuk hidup bebas, bebas dari kediktatoran, penindasan, dan pelanggaran hak asasi manusia. Rezim Maduro telah melanggar semua prinsip tersebut dalam segala hal… Kami mendukung perkembangan lebih lanjut sesuai dengan prinsip-prinsip hukum internasional, dengan memprioritaskan demokrasi, hak asasi manusia, dan kepentingan rakyat Venezuela,” ujarnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sekutu AS, memberikan pernyataan benderang. Netanyahu memberikan selamat kepada Trump atas aksinya tersebut.

“Selamat, Presiden @realDonaldTrump atas kepemimpinan Anda yang berani dan bersejarah atas nama kebebasan dan keadilan. Saya salut atas tekad Anda yang tegas dan tindakan brilian para prajurit pemberani Anda,” kata Netanyahu.

Presiden Parlemen Eropa, Roberta Metsola, juga memberikan tanggapan. Metsola mengatakan pihaknya tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela.

“Seperti yang telah ditegaskan secara konsisten oleh Parlemen Eropa, kami tidak menganggap Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela yang sah dan terpilih… @Europarl_EN selalu menyerukan penghormatan penuh terhadap hukum internasional, dukungan untuk demokrasi, dan pengakuan atas kehendak sah rakyat Venezuela,” katanya.