Relasi AS-Kanada Kian Konfrontatif: Dari Davos Berlanjut ke Polemik Tarif

Posted on

Relasi antara Amerika Serikat (AS) dan semakin meruncing. Setelah Presiden Trump dan Perdana Menteri Mark Karney terlibat perdebatan sengit, Kanada kini menghadapi ancaman tarif 100%.

Ancaman Trump itu disampaikan jika Kanada mencapai kesepakatan dagang dengan China. Trump memberikan ultimatum bahwa Kanada bakal dikenakan tarif 100 persen terkait barang-barang yang masuk ke negeri Paman Sam.

Trump menyinggung PM Mark Carney dalam unggahan Truth Social miliknya. Trump menulis jika Carney “berpikir dia akan menjadikan Kanada sebagai ‘Pelabuhan Pengiriman’ bagi China untuk mengirim barang dan produk ke Amerika Serikat, dia sangat keliru,” kata Trump.

“Jika Kanada membuat kesepakatan dengan China, negara itu akan langsung dikenai tarif 100% terhadap semua barang dan produk Kanada yang masuk ke AS,” kata Trump.

Di tengah ancaman yang dilontarkan Trump itu, PM Kanada, Mark Carney, mengajak warganya untuk membeli produk dalam negeri.

“Dengan ekonomi kita yang terancam dari luar negeri, warga Kanada telah memilih untuk fokus pada apa yang dapat kita kendalikan,” kata Carney, dilansir Reuters, Minggu (25/1).

Hal itu disampaikan Carney melalui video meski tidak secara langsung menyebutkan terkait ancaman tarif Trump. Ia menambahkan pihaknya tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, namun dapat menentukan sendiri.

“Kita tidak dapat mengendalikan apa yang dilakukan negara lain, kita dapat menjadi pelanggan terbaik kita sendiri,” katanya.

Diketahui, pada bulan ini Carney melakukan kunjungan ke China untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang tegang dan mencapai kesepakatan perdagangan dengan mitra dagang terbesar kedua Kanada setelah AS.

Segera setelah kunjungan Carney ke Tiongkok, Trump sempat mendukung.

“Ini hal yang baik baginya untuk menandatangani kesepakatan perdagangan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada 16 Januari. “Jika Anda bisa mendapatkan kesepakatan dengan Tiongkok, Anda harus melakukannya.”

Sementara itu, Dominic LeBlanc, menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS mengatakan, pihaknya tidak berupaya melakukan kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Namun, ia menyebut akan menyelesaikan beberapa masalah terkait tarif penting.

“Tidak ada upaya untuk mencapai kesepakatan perdagangan bebas dengan China. Yang dicapai adalah penyelesaian beberapa masalah tarif penting,” kata Dominic LeBlanc, menteri yang bertanggung jawab atas Perdagangan Kanada-AS, pada hari Sabtu dalam sebuah unggahan di X.

Kedutaan Besar China di Kanada mengatakan bahwa China siap bekerja sama dengan Kanada untuk mengimplementasikan konsensus penting yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara.

Ketegangan AS-Kanada telah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah kritik Carney terhadap upaya Trump untuk mendapatkan Greenland.

Ketegangan antara Trump dan Carney berawal dari pidato PM Kanada itu di Davos, Swiss. Seperti dirangkum infocom dari pemberitaan AFP dan Channel News Asia, pernyataan Carney secara luas dipandang sebagai referensi terhadap pengaruh Trump yang mengganggu urusan internasional, meskipun dia tidak menyebut nama.

Di hadapan pemimpin dunia di Davos, Carney menyebut negara-negara kekuatan menengah, seperti Kanada, yang telah makmur melalui era ‘hegemoni Amerika’ perlu menyadari bahwa realitas baru telah muncul, dan bahwa ‘kepatuhan’ tidak akan melindungi mereka dari agresi kekuatan besar.

Trump yang tampaknya tersinggung dengan pidato tersebut, langsung mengejek Carney dalam pidatonya sendiri di Davos pada Rabu (21/1). Trump menyindir Kanada yang hidup karena AS.

“Saya menyaksikan Perdana Menteri Anda kemarin. Dia tidak berterima kasih. Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali Anda membuat pernyataan,” kritik Trump untuk Carney dalam pidatonya.

Carney memberikan reaksi keras setelah Trump mengklaim Kanada bisa bertahan hidup karena AS dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam pidato nasional di Quebec City menjelang sesi legislatif baru, Carney menolak klaim Trump tersebut.

“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada,” tegas Carney dalam pidatonya.

Namun, dia mengakui “kemitraan luar biasa” antara kedua negara.

Dalam pidato barunya pada Kamis (22/1), Carney menyebut Kanada tidak berada di bawah “ilusi” apa pun tentang keadaan hubungan global yang penting.

“Dunia semakin terpecah. Aliansi-aliansi lama sedang didefinisikan ulang dan, dalam beberapa kasus, telah terputus,” sebutnya.

Kanada, sebut Carney dalam pidatonya, memiliki mandat “untuk menjadi mercusuar, contoh bagi dunia yang sedang berada di tengah ketidakpastian”.

Setelah ribut-ribut itu, Trump menarik kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru dibentuknya. Perubahan sikap Trump ini menyusul pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana dia secara terang-terangan mengecam negara-negara kuat yang menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata dan tarif sebagai alat tawar-menawar.

Meskipun Carney tidak menyebut nama, pidato tersebut tampaknya membuat Trump tersinggung. Dalam postingan Truth Social pada Kamis (22/1), Trump mengumumkan penarikan kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung Dewan Perdamaian.

“Mohon izinkan surat ini untuk menyatakan bahwa Dewan Perdamaian menarik kembali undangannya kepada Anda terkait bergabungnya Kanada, dengan dewan yang akan menjadi Dewan Pemimpin paling bergengsi yang pernah ada,” tulis Trump dalam postingannya yang ditujukan kepada Carney.

Baik kantor PM Kanada maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan langsung atas hal tersebut.

Pekan lalu, kantor Carney mengatakan PM Kanada itu telah diundang untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian dan berencana untuk bergabung. Meskipun seorang sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa Kanada tidak akan membayar iuran untuk menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian.

Respons Kanada

Saling Balas Pernyataan Trump dan Karney

Balasan PM Kanada

Undangan Gabung Dewan Perdamaian Ditarik

Ketegangan antara Trump dan Carney berawal dari pidato PM Kanada itu di Davos, Swiss. Seperti dirangkum infocom dari pemberitaan AFP dan Channel News Asia, pernyataan Carney secara luas dipandang sebagai referensi terhadap pengaruh Trump yang mengganggu urusan internasional, meskipun dia tidak menyebut nama.

Di hadapan pemimpin dunia di Davos, Carney menyebut negara-negara kekuatan menengah, seperti Kanada, yang telah makmur melalui era ‘hegemoni Amerika’ perlu menyadari bahwa realitas baru telah muncul, dan bahwa ‘kepatuhan’ tidak akan melindungi mereka dari agresi kekuatan besar.

Trump yang tampaknya tersinggung dengan pidato tersebut, langsung mengejek Carney dalam pidatonya sendiri di Davos pada Rabu (21/1). Trump menyindir Kanada yang hidup karena AS.

“Saya menyaksikan Perdana Menteri Anda kemarin. Dia tidak berterima kasih. Kanada hidup karena Amerika Serikat. Ingat itu, Mark, lain kali Anda membuat pernyataan,” kritik Trump untuk Carney dalam pidatonya.

Carney memberikan reaksi keras setelah Trump mengklaim Kanada bisa bertahan hidup karena AS dalam pidatonya di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Dalam pidato nasional di Quebec City menjelang sesi legislatif baru, Carney menolak klaim Trump tersebut.

“Kanada tidak hidup karena Amerika Serikat. Kanada berkembang karena kita adalah orang Kanada,” tegas Carney dalam pidatonya.

Namun, dia mengakui “kemitraan luar biasa” antara kedua negara.

Dalam pidato barunya pada Kamis (22/1), Carney menyebut Kanada tidak berada di bawah “ilusi” apa pun tentang keadaan hubungan global yang penting.

“Dunia semakin terpecah. Aliansi-aliansi lama sedang didefinisikan ulang dan, dalam beberapa kasus, telah terputus,” sebutnya.

Kanada, sebut Carney dalam pidatonya, memiliki mandat “untuk menjadi mercusuar, contoh bagi dunia yang sedang berada di tengah ketidakpastian”.

Saling Balas Pernyataan Trump dan Karney

Balasan PM Kanada

Setelah ribut-ribut itu, Trump menarik kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian yang baru dibentuknya. Perubahan sikap Trump ini menyusul pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana dia secara terang-terangan mengecam negara-negara kuat yang menggunakan integrasi ekonomi sebagai senjata dan tarif sebagai alat tawar-menawar.

Meskipun Carney tidak menyebut nama, pidato tersebut tampaknya membuat Trump tersinggung. Dalam postingan Truth Social pada Kamis (22/1), Trump mengumumkan penarikan kembali undangan bagi Kanada untuk bergabung Dewan Perdamaian.

“Mohon izinkan surat ini untuk menyatakan bahwa Dewan Perdamaian menarik kembali undangannya kepada Anda terkait bergabungnya Kanada, dengan dewan yang akan menjadi Dewan Pemimpin paling bergengsi yang pernah ada,” tulis Trump dalam postingannya yang ditujukan kepada Carney.

Baik kantor PM Kanada maupun Gedung Putih belum memberikan tanggapan langsung atas hal tersebut.

Pekan lalu, kantor Carney mengatakan PM Kanada itu telah diundang untuk menjadi anggota Dewan Perdamaian dan berencana untuk bergabung. Meskipun seorang sumber pemerintah mengatakan kepada AFP bahwa Kanada tidak akan membayar iuran untuk menjadi anggota tetap Dewan Perdamaian.

Undangan Gabung Dewan Perdamaian Ditarik