menepis klaim Presiden (AS) , dengan menegaskan pihaknya tidak ada rencana untuk “merebut” , wilayah otonomi . Moskow juga menyebut Washington sangat menyadari bahwa Rusia maupun sama sekali tidak memiliki niat seperti itu.
Penegasan itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (21/1/2026), disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia dalam konferensi pers pada Selasa (20/1) waktu setempat, yang merangkum aktivitas diplomatik Moskow sepanjang tahun 2025 lalu.
“Kami tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland. Itu bukan masalah kami. Kami pikir Washington mengetahui betul tentang tidak adanya niat seperti itu, baik di Rusia maupun China,” tegas Lavrov dalam pernyataannya.
Dia juga menepis spekulasi tentang kemungkinan perjanjian soal bantuan timbal balik dengan Greenland atau Islandia, dengan mengatakan bahwa tidak ada kondisi untuk pengaturan semacam itu.
Lavrov menekankan bahwa Rusia hanya mengamati perkembangan situasi terkait Greenland dan tidak memiliki keterlibatan langsung. Dia menolak klaim bawa Moskow menimbulkan ancaman bagi wilayah strategis di Arktik tersebut.
Beberapa waktu terakhir, Trump berupaya untuk mengakuisisi Greenland yang kaya mineral, yang merupakan wilayah otonom di bawah kendali Denmark, meskipun ditentang oleh sekutu-sekutunya di Eropa.
Trump beralasan bahwa AS membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional, dan demi mencegah rival utama seperti Rusia dan China.
Menanggapi perbandingan yang muncul dalam wacana Barat, Lavrov mengatakan bahwa , yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014, sama pentingnya bagi keamanan Rusia seperti Greenland bagi AS, seperti yang diklaim oleh Trump.
“Ketika mereka membenarkan apa yang terjadi seputar Greenland dengan mengatakan bahwa jika tidak, Rusia atau China akan merebutnya, tidak ada bukti utuk hal tersebut. Dan di Barat, para ekonom dan ilmuwan politik sudah membantah mereka,” ujar Lavrov.
“Kami tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Kami akan memantau situasinya,” imbuhnya.
Menanggapi perbandingan yang muncul dalam wacana Barat, Lavrov mengatakan bahwa , yang dianeksasi Rusia pada tahun 2014, sama pentingnya bagi keamanan Rusia seperti Greenland bagi AS, seperti yang diklaim oleh Trump.
“Ketika mereka membenarkan apa yang terjadi seputar Greenland dengan mengatakan bahwa jika tidak, Rusia atau China akan merebutnya, tidak ada bukti utuk hal tersebut. Dan di Barat, para ekonom dan ilmuwan politik sudah membantah mereka,” ujar Lavrov.
“Kami tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Kami akan memantau situasinya,” imbuhnya.







