Kepolisian Daerah (Polda) Riau mengambil langkah proaktif untuk di Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Polda Riau menekankan perbaikan infrastruktur ini merupakan bagian dari program pelayanan Polri ‘Jembatan Merah Putih Presisi’ untuk mewujudkan konektivitas antardesa.
Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menekankan pembangunan jembatan yang berada persis di depan SD 18 Semulut ini sangat penting guna menjamin keamanan para siswa mengingat lokasi tersebut rawan binatang buas seperti buaya.
Dalam kunjungan perdananya, Brigjen Hengki yang didampingi Kapolres Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, menyampaikan rasa harunya. Ia menilai program Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan yang menyentuh masyarakat pelosok ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Apalagi kita lihat di depan SD itu ada sungai dan itu rawan buaya. Kita membangun jembatan di sana dan kita mendapatkan apresiasi dari masyarakat, ini merupakan kesan yang sangat baik yang membuat saya sampai haru. Ternyata program yang dicanangkan Bapak Kapolda itu sangat menyentuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelas Brigjen Hengki, Minggu (18/1/2026).
Sebagai informasi, secara geografis Dusun Semulut merupakan wilayah terpencil dengan keterbatasan akses transportasi darat dan laut. Kerusakan jembatan selama ini berdampak langsung terhadap kegiatan belajar mengajar dan mobilitas warga.
Dengan adanya rencana pembangunan jembatan tersebut, diharapkan keterisolasian wilayah dapat teratasi dan kesejahteraan masyarakat meningkat. Di sisi lain, keamanan para siswa pun lebih terjamin.
Pada kesempatan itu, jenderal bintang satu itu juga melakukan kunjungan kerja ke Polres Meranti. Dalam arahannya, Brigjen Hengki menekankan kepada jajaran Polres Meranti untuk menjalankan program-program unggulan Kapolda Riau, antara lain Tim RAGA atau Riau Anti Geng dan Anarkisme.
“Terkait dengan RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme), bagaimana kita memberikan effect deteren kepada pelaku kejahatan. Negara tidak boleh kalah dengan preman,” tegasnya.
Brigjen Hengki juga memberikan arahan terkait program unggulan Polda Riau lainnya yakni RADAR atau Di era disrupsi ini, Hengki Haryadi meminta agar jajarannya untuk selalu waspada dan adaptif terhadap perubahan teknologi yang sangat cepat.
Ia menekankan bahwa di era digital ini, ruang siber memiliki cakupan yang sangat luas, di mana penyebaran konten negatif atau berita bohong (hoax) dapat dengan mudah menyulut emosi masyarakat hingga memicu kerusakan di dunia nyata.
“Oleh karena itu, kita harus terus mengikuti perkembangan zaman, proaktif dalam memantau ruang digital, serta mampu memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya,” jelasnya.
Selanjutnya, Brigjen Hengki juga menekankan harus terus digaungkan hingga menyentuh seluruh kalangan masyarakat.
“Green Policing ini program yang sangat bagus dari Pak Kapolda, berbuat sebelum orang lain berpikir. Green Policing ini menumbuhkan kesadaran kita tentang lingkungan,” pungkasnya.
Pada kesempatan itu, Brigjen Hengki juga meminta agar jajaran Polres Meranti terus meningkatkan pencegahan dan penindakan terkait tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dan narkoba, mengingat Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan wilayah perairan yang rentan people smuggling dan drugs smuggling.
