Gubernur Banten berharap madrasah aliyah (MA) swasta bisa ikut program sekolah gratis. Saat ini Pemerintah Provinsi Banten sedang mendata MA mana saja yang dinilai layak.
Andra Soni menegaskan komitmen untuk menekan angka putus sekolah melalui program sekolah gratis. Program ini diprioritaskan bagi jenjang pendidikan menengah swasta yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.
Andra mengungkapkan angka putus sekolah tingkat menengah di Banten masih menjadi perhatian serius. Hal ini tecermin dari rata-rata lama sekolah masyarakat Provinsi Banten yang baru mencapai 9,16 tahun.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
“Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Banten sejak Tahun Ajaran 2025-2026 telah meluncurkan program sekolah gratis bagi siswa SMA, SMK, dan sekolah khusus (SKh) swasta,” ujar Andra, Kamis (15/1/2026).
Program sekolah gratis tersebut diikuti oleh 814 SMA, SMK, dan SKh swasta dan menjaring lebih dari 60 ribu siswa. Andra ingin melanjutkan dan memperluas cakupan program itu.
Dia menargetkan pada tahun ini MA swasta bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut.
“Jangkauan program dapat menyasar satuan pendidikan berbasis keagamaan, seperti madrasah aliyah,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan sedang mendata MA yang akan ikut program sekolah gratis.
“Di tahun ini insyaallah. Kan awal tahun ajaran baru Juni-Juli, insyaallah Juni atau Juli sudah punya data. Kita sedang pendataan untuk Madrasah Aliyah,” katanya.
Selain itu, Jamaluddin sedang mengevaluasi pelaksanaan sekolah swasta gratis di Banten. Ia ingin memastikan pihak sekolah tidak menarik biaya kepada murid.
“Dan kita lagi cek ya, karena penerima manfaat sekolah gratis ini harus betul-betul menggratiskan kepada siswanya sehingga kalau seandainya dia masih ada yang bayaran, nanti kita akan ganti atau kita akan putus ininya ya, terkait dengan MOU-nya,” ucapnya.







