Status tanggap darurat di Tangerang selatan () telah berakhir. Namun masih terlihat tumpukan sampah di kawasan Tangsel hari ini.
Pantauan infocom, Selasa (20/1/2026) pukul 11.11 WIB tumpukan sampah mulai terlihat di fly over Ciputat hingga Pasar Cimanggis. Tumpukan sampah itu dibiarkan begitu saja.
Tumpukan sampah di Tangsel terlihat di beberapa titik. Misalnya setelah turunan fly over arah Pamulang, sampah-sampah terlihat berjejer di sepanjang pemisah jalan.
Tak hanya itu, tumpukan sampah juga terlihat di trotoar tak jauh dari turunan fly over. Bahkan bau busuk menyengat tercium.
Bergeser ke Pasar Cimanggis, tumpukan sampah sudah kembali menggunung tepat di samping pasar. Ditambah lagi tumpukan sampah mengendap di sepanjang trotoar samping pasar.
Sampah-sampah yang berada di trotoar itu berjejer sepanjang sekitar 20 meter. Bau menyengat dari sampah itu tercium di sekitar lokasi.
Seperti diketahui, Pemerintah Kota Tangsel telah menetapkan status tanggap darurat pengelolaan sampah pada 23 Desember sampai 5 Januari 2026. Status darurat sampah ini berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 600.1.17.3/Kep.500-Huk/2025.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie menyebut sampah-sampah yang masih menggunung di sejumlah titik diangkut bertahap. Dia mengimbau warga menghindari membuang sampah di sejumlah titik penumpukan yang ada.
Kala itu Benyamin memahami masyarakat khawatir dan terganggu adanya tumpukan sampah itu. Dia memastikan pengangkutan sampah dilakukan bertahap.
Pada status darurat tahap pertama ini rupanya tumpukan sampah belum juga bisa teratasi. Pemkot Tangsel memperpanjang status darurat hingga 19 Januari 2026.
“Pada masa perpanjangan difokuskan pada optimalisasi pembersihan dan pengangkutan sampah serta optimalisasi penegakan perilaku buang sampah,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel Essa Nugraha, dikutip Antara, Kamis (8/1).
