Status di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), naik level dari II (Waspada) ke Level III (Siaga). Tercatat letusan sebanyak 2.713 kali pada 1-15 Januari 2026.
Dilansir , Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria, mengatakan, gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menunjukkan peningkatan aktivitas dari hari ke hari.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
“Jumlah kejadian erupsi semakin meningkat tajam dari hari ke hari, Pada tanggal 13 Januari 2025 terekam 341 kejadian gempa erupsi dan di tanggal yang sama mulai teramati aliran lava yang keluar dari kawah Gunung Ile Lewotolok, yang sebelumnya mengalir di dalam kawah,” kata Lana Saria dalam keterangan tertulis, Minggu (18/1/2026).
Badan Geologi mencatat pada 1-15 Januari 2026, terjadi 2.713 kali gempa erupsi, 4.391 kali gempa embusan, 5 kali gempa guguran, 834 kali tremor non-harmonik, dan 7 kali gempa hibrid. Kemudian, 13 kali gempa vulkanik dangkal, 25 kali gempa vulkanik dalam, 8 kali gempa tektonik lokal, dan 8 kali gempa tektonik jauh.
“Tanggal 16-18 Januari 2026 hingga pukul 06.00 Wita, tercatat 831 kali gempa erupsi, 925 kali gempa embusan, 1 kali gempa vulkanik dalam,” imbuhnya.
Secara visual, lanjut Lana, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang dengan tinggi berkisar 20-200 meter dari puncak. Sementara tinggi kolom erupsi berkisar 200-500 meter dari puncak berwarna putih, kelabu, hingga hitam.
Baca selengkapnya di .
