memastikan pemotongan mangkrak di Jalan HR Rasuna Said akan dilakukan pada malam hari, yakni mulai pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Skema ini dipilih agar pekerjaan tidak mengganggu arus lalu lintas di salah satu ruas jalan utama Jakarta tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pemilihan waktu kerja didasarkan pada kepadatan lalu lintas Jakarta yang masih tinggi hingga larut malam.
“Karena kepadatan lalu lintas di Jakarta itu bahkan sampai jam 22.00 malam, window time-nya kami tetapkan dari jam 23.00 sampai dengan pukul 05.00,” kata Syafrin di lokasi pembongkaran tiang monorel Rasuna Said, Rabu (14/1/2026).
Syafrin menjelaskan pemotongan tiang monorel dilakukan dengan skema satu tiang satu malam. Selama pekerjaan berlangsung, tidak ada penutupan jalan, hanya penutupan lajur lambat secara bertahap di titik pekerjaan.
“Tidak ada penutupan jalan. Penutupan hanya di lajur lambat dan dilakukan staging. Arus dari lajur cepat tetap bisa masuk ke lajur lambat,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Dishub DKI bersama Satpol PP akan mengerahkan petugas setiap malam selama pekerjaan berlangsung. Total sekitar 30 personel disiagakan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan di lokasi.
Syafrin juga mengimbau pengendara agar tidak berhenti atau memperlambat kendaraan di lokasi pekerjaan. Menurutnya, perlambatan akibat rasa ingin tahu pengendara justru berpotensi menimbulkan kepadatan.
“Kami harapkan pengendara tetap bergerak, jangan berhenti di lokasi pekerjaan supaya lalu lintas di belakangnya tetap berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, Pemprov DKI menargetkan pembongkaran seluruh tiang monorel di Rasuna Said rampung September 2026, bersamaan dengan penataan jalan, trotoar, dan drainase di kawasan tersebut.
Simak juga Video ‘Pramono: Rp 100 M untuk Tata Jalan Rasuna Said, Tak Cuma Bongkar Monorel’:
Untuk mendukung kelancaran lalu lintas, Dishub DKI bersama Satpol PP akan mengerahkan petugas setiap malam selama pekerjaan berlangsung. Total sekitar 30 personel disiagakan untuk pengaturan lalu lintas dan pengamanan di lokasi.
Syafrin juga mengimbau pengendara agar tidak berhenti atau memperlambat kendaraan di lokasi pekerjaan. Menurutnya, perlambatan akibat rasa ingin tahu pengendara justru berpotensi menimbulkan kepadatan.
“Kami harapkan pengendara tetap bergerak, jangan berhenti di lokasi pekerjaan supaya lalu lintas di belakangnya tetap berjalan lancar,” katanya.
Sementara itu, Pemprov DKI menargetkan pembongkaran seluruh tiang monorel di Rasuna Said rampung September 2026, bersamaan dengan penataan jalan, trotoar, dan drainase di kawasan tersebut.
Simak juga Video ‘Pramono: Rp 100 M untuk Tata Jalan Rasuna Said, Tak Cuma Bongkar Monorel’:







