Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan segera memulai pembongkaran tiang yang mangkrak Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Warga berharap arus lalu lintas lancar saat pembongkaran itu berlangsung.
“Sumpah udah ngebayangin itu titik macet soalnya, moga aja solusi gimana lah biar nggak macet pas bongkar,” ujar seorang warga bernama Clara (30) saat ditemui di kawasan Rasuna Said, Jaksel, Minggu (11/1/2026).
Clara mendukung langkah Pemprov DKI untuk pembongkaran tersebut. Menurutnya upaya itu agar tidak mengganggu pemandangan.
“Ya mungkin dari Pak Gub (Pramono Anung) yang sekarang pengen lebih estetika ya oke lah. Daripada sekedar tiang mangkrak ya. Bagus juga kalau dibongkar, nggak ganggu pemandangan,” jelas dia.
Di sisi lain, Clara menyayangkan tiang monorel itu mangkrak. Sebab, menurutnya pembangunan itu pasti menggunakan biaya yang besar.
“Bingung juga kalau dibongkar habisin dana miliaran tuh kayak sayang banget udah ditanem abis miliaran sekarang dibongkar lagi abis miliaran lagi. Capek banget sama model proyek-proyek gagal kayak gini,” ucap dia.
Warga lain bernama Rahma (23), berharap pembongkaran nantinya tidak mengganggu arus lalu lintas. Terlebih, sepanjang Jalan Rasuna Said kerap macet setiap pagi dan sore.
“Jangan sampe memperparah macet sekitar situ,” ujar Rahma.
“Kayaknya emang kalo nggak akan difungsiin memang lebih baik dibongkar ya. Ntar jadi lega kelihatan. Aku sih pengennya jadi jalan aja, biat lebar, nggak macet,” imbuhnya.
Lalu warga lainnya, Kiki, pekerja di kawasan Rasuna Said itu juga mendukung langkah Pemprov Jakarta membongkar tiang monorel. Dia menyebut gara-gara ada tiang itu jalan di Rasuna Said kerap macet.
“Jujur di situ sering banget macet ya, karena ya tiang monorel itu sendiri udah makan 1 lajur kendaraan,” ucap Kiki.
Kemudian Pras (35), warga Jaksel yang sering melintas kawasan itu berharap Jalan Rasuna Said bisa mirip Jalan Sudirman pascapembongkaran. Selain membuat macet, Pras menyebut tiang monorel yang mangkrak juga mengganggu estetika.
“Alhamdulillah akhirnya mau dibongkar juga. Semoga jadi mirip kayak jalan Sudirman nggak ada pemisah lajur lambat dan cepat. Suka bikin macet soalnya, karena pada pindah lajur di titik tertentu kayak Patra Kuningan. Ditambah lagi ganggu pemandangan tiang-tiangnya,” kata Pras.
Diketahui, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta akan mulai membongkar tiang monorel yang ada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Rabu pekan depan. Ada total 98 tiang yang akan dibongkar.
“Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,” ujar Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny kepada wartawan, Minggu (11/1).
Dinar menyebut target pembongkaran rampung pada September 2026. Dia berharap pembongkaran ini nantinya bisa menciptakan jalan yang lebih ideal.
“Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman, termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum,” katanya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo sebelumnya mengatakan biaya tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel. Tapi juga sekaligus penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Rasuna Said sisi timur.
“Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” kata Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).
“Kita nata tentunya nata jalan, trotoar, kita tata semua itu pakai APBD. Karena kan itu (jalan-trotoar) asetnya aset kita. Jadi semuanya kita tata pakai APBD,” lanjutnya.
Diketahui, Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta akan mulai membongkar tiang monorel yang ada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Rabu pekan depan. Ada total 98 tiang yang akan dibongkar.
“Jumlah tiang monorel yang akan dibongkar sebanyak 98 tiang,” ujar Kapusdatin Bina Marga DKI Jakarta Dinar Wenny kepada wartawan, Minggu (11/1).
Dinar menyebut target pembongkaran rampung pada September 2026. Dia berharap pembongkaran ini nantinya bisa menciptakan jalan yang lebih ideal.
“Setelah pembongkaran, nantinya akan ada penataan kawasan Jalan HR Rasuna Said diantaranya penataan jalan dan trotoar, peningkatan sarana pejalan kaki, dan penyesuaian elemen pendukung agar lebih aman dan nyaman, termasuk di dalamnya yaitu peningkatan penerangan jalan umum,” katanya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo sebelumnya mengatakan biaya tersebut bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel. Tapi juga sekaligus penataan ulang jalan dan trotoar di sepanjang Rasuna Said sisi timur.
“Totalnya semua sekitar Rp 100 miliar,” kata Heru di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/1).
“Kita nata tentunya nata jalan, trotoar, kita tata semua itu pakai APBD. Karena kan itu (jalan-trotoar) asetnya aset kita. Jadi semuanya kita tata pakai APBD,” lanjutnya.
