awak kapal penangkap ikan diculik kelompok penyerang bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Kapoksi NasDem Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, Amelia Anggraini, meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat.
“Kami akan mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri dan seluruh perwakilan diplomatik di luar negeri, segera mengintensifkan koordinasi dengan otoritas setempat di Gabon serta pihak terkait lainnya untuk memastikan keselamatan dan kepulangan para korban,” kata Amelia kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).
Amelia mengatakan perlindungan WNI di luar negeri harus diprioritaskan. Ia meminta pemerintah membentuk Satgas tanggap krisis disertai bantuan antar-instansi.
“Kami juga menegaskan pentingnya perlindungan warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk langkah-langkah preventif membangun mekanisme early warning dan task force tanggap krisis dengan dukungan antar-instansi. Tidak hanya untuk menanggapi insiden yang terjadi, tetapi juga untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa depan,” ungkapnya.
Anggota Komisi I DPR RI ini menyebut akan terus memantau perkembangan kasus ini. Ia meminta pemerintah untuk memperkuat diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional.
“Komisi I DPR RI bekerja secara aktif bersama pemerintah untuk memastikan hak dan keselamatan WNI terjaga, sekaligus mendorong pemerintah memperkuat diplomasi perlindungan dan kerja sama internasional dalam mengatasi ancaman bajak laut,” ujar Amelia.
“Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita,” sambungnya.
Diketahui, Plt. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan pihaknya telah mendapat informasi terkait korban WNI dalam pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 di Gabon pada Minggu (11/1) waktu setempat.
Pelaku pembajakan diketahui menculik 9 dari 12 awak kapal IB FISH 7, sementara 3 lainnya yang 2 di antaranya WNI, lolos dari penculikan dan bertahan di atas kapal hingga diselamatkan otoritas setempat, yang mengawal kapal sampai Libreville, ibu kota Gabon. Kini sisa 2 WNI yang belum diketahui nasibnya.
KBRI Yaounde juga telah meminta informasi terbaru terkait kondisi kesehatan para WNI awak kapal yang terdampak pembajakan, khususnya yang lolos dari penculikan oleh bajak laut.
KBRI Yaounde terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bahwa penanggung jawab tetap melaksanakan semua hak ketenagakerjaan yang dimiliki para ABK WNI maupun keluarganya.
“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” kata Heni dilansir kantor berita Antara.
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
