Kepala Badan Keamanan Laut () Laksamana Madya Irvansyah mengungkapkan banyak nelayan di Indonesia yang kurang pengetahuan melaut. Sehingga, beberapa kali Bakamla melakukan penyelamatan kepada nelayan yang hanyut sampai ke Australia.
“Memang tidak semua nelayan kita ini punya pengetahuan yang sama. Jangan-jangan baca GPS pun tidak paham,” kata Irvansyah dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1/2026).
Nelayan yang hanyut tersebut asalnya beragam dari sejumlah daerah. Bakamlah menjemput nelayan hanyut tersebut ke Negeri Kanguru.
“Beberapa yang kami jemput dari luar negeri nelayan yang hanyut, walaupun hanyutnya ke Australia ini asalnya dari mana-mana ini,” kata dia.
“Bisa dari Jawa, bisa dari Sumatera, bisa dari Maluku Utara, nelayannya, jauh-jauh sekali. Kita memang sangat menyayangkan bahwa nelayan kita yang di laut ini banyak yang kurang berpengetahuan,” tambahnya.
Untuk itu, Irvansyah menilai para nelayan Indonesia perlu dibekali pengetahuan tentang melaut. Namun, untuk saat ini Bakamla belum punya kewenangan untuk melakukan pembekalan kepada para nelayan.
“Mungkin memang perlu dibekali betul pengetahuan tentang nelayan ini selain kapalnya yang kita siapkan, mereka juga harus dibekali tentang hukum di laut. Tentang peraturan-peraturan tentang perikanan. Dan bagaimana mengoperasikan kapal,” sebutnya.
