Komite pemerintahan Gaza yang bertugas mengelola wilayah pasca-perang telah memulai pekerjaannya di Kairo, . Komite ini terdiri atas 15 teknokrat, yang dipimpin oleh Dr Ali Sha’ath, mantan wakil menteri dalam yang juga warga asli Gaza.
Komite pemerintahan Gaza, atau yang memiliki nama resmi “Komite Nasional untuk Administrasi Gaza” atau NCAG , seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Sabtu (17/1/2026), resmi dibentuk pada Rabu (14/1) waktu setempat, ketika tahap kedua gencatan senjata Gaza, yang dimediasi (AS), mulai berlaku.
NCAG ini bertugas memerintah Jalur Gaza setelah perang antara Hamas dan Israel berakhir. Pertempuran di Gaza diakhiri gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, meskipun Israel masih melanjutkan serangan-serangannya.
Gedung Putih saat mengumumkan pembentukan NCAG menyebut sosok Sha’ath sebagai “pemimpin teknokrat yang sangat dihormati, yang akan mengawasi pemulihan layanan publik, membangun kembali lembaga-lembaga sipil, dan menstabilkan kehidupan sehari-hari di Gaza, sembari meletakkan pondasi bagi pemerintahan jangka panjang”.
NCAG akan diawasi oleh , yang dipimpin langsung oleh Presiden AS .
Dituturkan salah satu anggota NCAG, yang enggan disebut namanya, bahwa rapat pertama komite ini, yang digelar di Kairo pada Jumat (16/1), dihadiri oleh Jared Kushner, menantu Trump, dan diplomat Bulgaria, yang diharapkan memainkan peran kunci dalam tahap kedua gencatan senjata Gaza.
Para anggota komite tersebut dijadwalkan untuk bertemu kembali pada Sabtu (17/1) waktu setempat untuk sesi kerja lainnya.
“Kami berharap untuk pergi ke Gaza pekan depan atau pekan berikutnya; pekerjaan kami ada di sana, dan kami perlu berada di sana,” kata salah satu anggota NCAG tersebut saat berbicara kepada AFP.
“Prioritas komite ini adalah layanan publik. Kami tidak akan berurusan dengan politik,” ucapnya.
Menurut sumber diplomatik, NCAG akan berkantor di Kairo, dengan para anggotanya melakukan perjalanan bolak-balik ke Jalur Gaza secara rutin.
Kepada media Al Qahera News, yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir, Sha’ath mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza akan didasarkan pada rencana yang diajukan oleh Kairo dan negara-negara mayoritas Muslim, yang memiliki visi pembangunan kembali daerah kantong Palestina itu tanpa menggusur penduduknya.
“Masalah perumahan sangat penting setelah hancurnya 85 persen rumah (di Gaza),” ucapnya.
Sementara itu, Omar Shamali, anggota NCAG lainnya, mengatakan kepada AFP bahwa sebanyak “200.000 unit prefabrikasi akan masuk ke Gaza… untuk menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan”.
Menurut sumber diplomatik, NCAG akan berkantor di Kairo, dengan para anggotanya melakukan perjalanan bolak-balik ke Jalur Gaza secara rutin.
Kepada media Al Qahera News, yang berafiliasi dengan pemerintah Mesir, Sha’ath mengatakan bahwa rekonstruksi Gaza akan didasarkan pada rencana yang diajukan oleh Kairo dan negara-negara mayoritas Muslim, yang memiliki visi pembangunan kembali daerah kantong Palestina itu tanpa menggusur penduduknya.
“Masalah perumahan sangat penting setelah hancurnya 85 persen rumah (di Gaza),” ucapnya.
Sementara itu, Omar Shamali, anggota NCAG lainnya, mengatakan kepada AFP bahwa sebanyak “200.000 unit prefabrikasi akan masuk ke Gaza… untuk menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, dan keamanan”.
