menyampaikan kabar baik mengenai perluasan cakupan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MNG). Jika sebelumnya fokus pada siswa sekolah, tahun ini program akan menyasar lima kelompok tambahan yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk guru dan difabel.
“Berdasarkan informasi yang saya terima dari Bapak Harjito, pada tahun ini penerima manfaat program MBG akan dikembangkan menjadi lima kelompok, yaitu tenaga pendidik, guru, penyandang difabel, lansia, serta anak-anak jalanan. Tentunya hal ini patut kita syukuri bersama,” kata Irjen Herry Heryawan saat memantau MBG di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru di Jalan Sembilang Meranti, Pandak Rumbai, Kota Pekanbaru, Kamis (8/1/2026).
Menindaklanjuti arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Polda Riau terus bergerak cepat dalam membangun infrastruktur pendukung berupa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga saat ini, sebanyak di seluruh wilayah Riau.
“Saat ini sudah ada 15 SPPG yang aktif, sementara tiga unit lainnya sedang dalam tahap pembangunan. Dengan total 18 unit SPPG nantinya, kita memproyeksikan dapat melayani sekitar 67.000 siswa di Provinsi Riau,” jelas Irjen Herry.
Kapolda menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi bukan sekadar pemberian bantuan sosial, melainkan investasi strategis negara. Mengutip penegasan Presiden RI saat kegiatan di Karawang, Irjen Pol Herry menyebut gizi seimbang adalah kunci agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita.
“Ini adalah investasi berharga bagi masa depan. Dengan gizi yang terjamin, kita sedang membangun fondasi kuat untuk mewujudkan cita-cita besar Indonesia 2045,” tambahnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Riau Syahrial Abdi yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh daerah dalam mendukung program MBG.
“Saya Sekda Provinsi Riau selaku Ketua Satgas MBG Provinsi Riau terus melakukan koordinasi dengan seluruh sekda di kabupaten/kota,” kata Syahrial.
Syahrial menyampaikan pihaknya terus melakukan peningkatan pelayanan dalam mendukung program MBG untuk mewujudkan visi Generasi Emas 2045.
