Presiden (AS) , yang sempat marah, kini tidak mempercayai jika mengerahkan drone untuk menyerang kediaman Presiden , seperti yang diklaim oleh Kremlin.
“Saya tidak percaya serangan itu terjadi,” kata Trump dalam pernyataan terbaru, seperti dilansir AFP, Senin (5/1/2026).
Dia menanggapi pertanyaan soal serangan tersebut saat melakukan sesi tanya-jawab dengan wartawan di dalam pesawat kepresidenan AS Air Force One pada Minggu (4/1) waktu setempat.
itu sebelumnya disebut terjadi antara Minggu (28/12) tengah malam hingga Senin (29/12) dini hari. Rusia pada saat itu menuduh Ukraina mengerahkan “91 drone jarak jauh” dalam yang ada di area Novgorod.
Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia merilis sebuah video yang menunjukkan sebuah drone ditembak jatuh, yang menurut Moskow, diluncurkan oleh Ukraina ke kediaman Putin tersebut. Kremlin mengatakan properti itu tidak mengalami kerusakan, dan Putin sedang berada di tempat lain ketika serangan terjadi.
Trump, dalam pernyataannya, menekankan bahwa “tidak ada yang tahu pada saat itu” apakah tuduhan yang disampaikan Rusia itu benar.
Tuduhan tersebut muncul pada saat yang genting, ketika upaya diplomasi yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang berkecamuk selama hampir empat tahun terakhir itu semakin intensif. Presiden Ukraina baru-baru ini terbang ke Florida, AS, untuk bertemu langsung dengan Trump.
Para pejabat Rusia mengkritik Ukraina, yang disebut tidak tulus dalam upaya diplomatiknya. Sedangkan Kyiv dan sekutu-sekutu Eropa membantah serangan yang dituduhkan Kremlin itu telah terjadi.
Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “sesuatu” terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah meninjau bukti, para pejabat AS tidak meyakini bahwa kediaman pemimpin Kremlin itu menjadi target serangan Ukraina.
Saat berbicara kepada kediamannya di Mar-a-Lago di Florida pada akhir Desember lalu, Trump mengatakan dirinya diberitahu secara langsung oleh Putin soal upaya Ukraina menyerang kediaman pemimpin Kremlin itu. Trump pada saat itu mengaku “sangat marah” atas upaya Kyiv untuk menyerang kediaman Putin.
“Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lainnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal semacam itu,” tegas Trump pada saat itu.
Zelensky sejak awal membantah tuduhan Rusia itu, yang disebutnya sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan AS.
Trump, dalam pernyataannya, mengatakan bahwa “sesuatu” terjadi di dekat kediaman Putin, namun setelah meninjau bukti, para pejabat AS tidak meyakini bahwa kediaman pemimpin Kremlin itu menjadi target serangan Ukraina.
Saat berbicara kepada kediamannya di Mar-a-Lago di Florida pada akhir Desember lalu, Trump mengatakan dirinya diberitahu secara langsung oleh Putin soal upaya Ukraina menyerang kediaman pemimpin Kremlin itu. Trump pada saat itu mengaku “sangat marah” atas upaya Kyiv untuk menyerang kediaman Putin.
“Ini adalah periode waktu yang sensitif. Ini bukan waktu yang tepat. Bersikap ofensif itu satu hal, karena mereka memang ofensif. Menyerang rumahnya adalah hal lainnya. Ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal semacam itu,” tegas Trump pada saat itu.
Zelensky sejak awal membantah tuduhan Rusia itu, yang disebutnya sebagai kebohongan dan “rekayasa sepenuhnya” yang dirancang untuk melemahkan proses perundingan perdamaian yang dicetuskan AS.
